Jakarta – Bank Sentral China atau the People’s Bank of China (PBOC) memperpanjang aksi beli emas untuk bulan ke-15 pada Januari 2026. Hal itu berdasarkan data PBOC pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Mengutip Channel News Asia, ditulis Minggu (8/2/2026), kepemilikan emas itu naik menjadi 74,19 juta troy ounce pada akhir Januari, naik dari 74,15 juta pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA:Uji Coba Pertama Lawan China, Timnas Indonesia U-17 Kalah Tujuh Gol Tanpa Balas
BACA JUGA:China dan Urgensi Pengendalian Senjata Nuklir Global di Tengah Mandeknya Kesepakatan AS–Rusia
BACA JUGA:IHSG Sepekan Berpeluang Menguat Terbatas, Data Ekonomi AS jadi Sorotan
Nilai cadangan emas China meningkat menjadi USUD 369,58 miliar atau Rp 6.229 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) pada akhir bulan lalu dari USD 319,45 miliar sebulan sebelumnya, menurut PBOC.
Emas, yang sejak lama dianggap sebagai aset safe-haven untuk melindungi diri dari risiko politik dan ekonomi, mengalami lonjakan spekulatif yang luar biasa pada Januari yang membawanya ke rekor mendekati USD 5.600 per ons.
Namun, kenaikan harga emas spot dengan cepat merosot setelah penunjukan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve AS berikutnya pada akhir Januari, anjlok hingga serendah USD 4.403,24 per ons pada Senin.
Emas sekarang diperdagangkan sekitar USD 4.960 per ounce Namun, konsumsi emas China turun untuk tahun kedua berturut-turut pada 2025, turun 3,75 persen menjadi 950 metrik ton, menurut Asosiasi Emas China yang didukung negara.
Namun, pembelian emas batangan dan koin, yang mewakili permintaan aset aman, telah melonjak untuk tahun kedua, naik 35,14 persen pada tahun 2025, dan mencakup lebih dari setengah total konsumsi emas.
Bank Sentral China (PBOC) menghentikan pembelian emas selama 18 bulan pada Mei 2024, tetapi melanjutkan pembelian enam bulan kemudian.
/2023/10/03/751263426.jpg)
/2025/11/09/2041456427.jpg)
/2017/12/20/1415614353.jpg)
/2025/12/15/681864344.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4397117/original/090382400_1681623580-FOTO.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490367/original/007471800_1770009153-IMG-20260202-WA0003.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4033627/original/057253700_1653475109-20220525-FOTO---PPKM-LEVEL-1-HERMAN-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496258/original/090515000_1770519149-cf5bd58a-79e6-441e-af34-4d51df0417cb.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496271/original/079386600_1770520171-Screenshot_2026-02-08_at_10.01.03.png)