Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,9%-5,7% pada 2026 dengan ketahanan eksternal yang tetap kuat. BI menilai surplus perdagangan, aliran investasi portofolio asing, dan cadangan devisa yang tinggi menjadi penopang ketahanan eksternal Indonesia.
BI mencatat neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juni 2026 mencatat surplus kumulatif US$ 3,58 miliar. Namun, neraca perdagangan pada Juni 2026 mencatat defisit US$ 0,45 miliar.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.840 per Dolar AS Usai BI Rate Tetap 5,75%
BACA JUGA:BI Proyeksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 3%, Tekanan Inflasi Masih Tinggi
BACA JUGA:Transaksi QRIS Tumbuh 82,42%, 2 Faktor Ini Jadi Penopang
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7%,” kata Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan daring, Rabu (19/8/2026).
BI juga mencatat aliran investasi portofolio asing pada kuartal III 2026 hingga 14 Agustus 2026 mencatat net inflow US$ 1,8 miliar. Aliran modal tersebut berasal antara lain dari penerbitan global bonds pemerintah, surat berharga negara, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Ketahanan eksternal tetap kuat ditopang dengan sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menghadapi gejolak global,” ujar Destry.
BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai US$ 145,3 miliar. Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Destry mengatakan posisi cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor. Kondisi tersebut memperkuat kemampuan Indonesia menghadapi tekanan eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tetap terjaga sebesar US$ 145,3 miliar,” kata Destry.
BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.

/2026/05/01/865767449.jpg)
/2026/04/08/866248158.jpg)
/2017/05/18/1944041151.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327766/original/042229600_1787123260-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_11.24.58_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329624/original/018654900_1787286218-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_19.12.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4549074/original/063787700_1692786635-top-view-coins-paper-money-laptop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299013/original/071062100_1753778260-Gemini_Generated_Image_lfn9flfn9flfn9fl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)