Jakarta – Bank Indonesia (BI) meyakini kebijakan hilirisasi industri dan diversifikasi ekspor mampu menjaga neraca transaksi berjalan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat. Optimisme ini disampaikan di tengah berbagai tantangan eksternal, mulai dari tekanan kinerja ekspor komoditas hingga kebutuhan impor untuk mendukung investasi.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI, Juli Budi Winantya, mengatakan struktur ekspor Indonesia mulai menunjukkan pergeseran positif sebagai dampak kebijakan hilirisasi. Hal tersebut tercermin dari komposisi ekspor dalam neraca perdagangan Desember 2025.
BACA JUGA:BI DKI Optimis Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,8 hingga 5,6 Persen di 2026, Inflasi Terkendali
BACA JUGA:BI DKI: Lebih dari 36% Transaksi QRIS Nasional Berasal dari Jakarta, Didominasi UMKM
BACA JUGA:Ada Thomas Djiwandono, Ini Susunan Dewan Gubernur Bank Indonesia Terbaru
“Ekspor tidak lagi hanya berbasis sumber daya alam mentah, tetapi juga mencakup produk industri, termasuk logam dan produk kimia. Komoditas-komoditas tersebut masih menjadi penopang surplus neraca perdagangan,” kata Juli dikutip Senin (9/2/2026).
Menurutnya, perubahan struktur ekspor ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Neraca transaksi berjalan sendiri merupakan salah satu indikator utama yang mencerminkan kekuatan ekonomi nasional dalam menghadapi gejolak global.
Dalam neraca transaksi berjalan tercakup berbagai komponen pembayaran Indonesia dengan negara lain, antara lain Neraca Barang, Neraca Jasa, Neraca Pendapatan Primer, serta Neraca Pendapatan Sekunder. Pergerakan komponen-komponen tersebut turut memengaruhi arus devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4320232/original/060225700_1676031400-WhatsApp_Image_2023-02-08_at_12.49.46.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
/2016/08/24/1683047056.jpg)
/2025/12/15/681864344.jpg)
/2025/12/15/394253959.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)