Jakarta – Ribuan warga mengungsi di pusat-pusat evakuasi ibu kota Thailand, Bangkok, karena sebagian wilayahnya masih terendam banjir usai hujan lebat akhir pekan lalu. Akibat banjir juga berdampak terhadap ekonomi Thailand.
Seluruh permukiman terendam dan jaringan drainase kewalahan. Curah hujan mencapai 320 mm dalam dua hingga tiga hari, hampir setara dengan curah hujan yang biasa diterima sepanjang September.
BACA JUGA:Banjir Bangkok Ganggu Penerbangan, Ratusan Wisatawan Terjebak di Bandara
BACA JUGA:Banjir Bangkok Lumpuhkan Aktivitas Ekonomi, Warga Tutup Toko Dua Hari Ini
Banjir ini diperkirakan memangkas 0,3 poin persentase dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun ini, menurunkan pertumbuhan menjadi 2,1 persen, dan memangkas pertumbuhan kuartal ketiga sekitar 0,5 poin persentase menjadi 1,7%, kata seseorang dari Departemen Ekonomi Universitas Rangsit, Aat Pisanwanich, dikutip dari VnExpress International, Selasa (29/9/2026).
Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri Thailand Unsit Sampuntharat menuturkan, lebih dari 80.000 warga yang tinggal di area banjir tidak bisa meninggalkan rumah mereka. Ia menambahkan, dapur umum keliling dan perahu tengah dikerahkan untuk membantu.
Bangkok menjadi salah satu dari 41 provinsi di Thailand yang dilanda banjir sejak 16 September, menewaskan sedikitnya delapan orang dan berdampak pada lebih dari 580.000 rumah.
Banjir ini diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi setidaknya 11 miliar baht atau Rp 5,8 triliun (asumsi kurs baht terhadap rupiah 535.5) secara nasional, dan berpotensi terus bertambah jika situasi tidak kunjung membaik.
Ekonomi terbesar ketiga Asia Tenggara ini sebelumnya sudah tertinggal dari negara-negara sekawasan sejak pandemi Covid-19. Thailand tumbuh 1,9% secara tahunan pada kuartal kedua 2026, masih turun tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 2,8%.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2023/12/26/1234811319.jpg)
/2026/06/06/1608187196.jpg)
/2026/01/15/1042841261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7260736/original/000929900_1780047003-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192686/original/018507100_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552282/original/064528400_1775805353-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)