Jakarta – Minat wisatawan terhadap pengalaman liburan yang lebih personal dan fleksibel di Bali terus menunjukkan peningkatan. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep private tour Bali dan custom tour Bali semakin diminati, seiring perubahan perilaku wisatawan yang tidak lagi ingin terikat jadwal padat maupun keramaian khas wisata massal.
Jika sebelumnya perjalanan wisata identik dengan kunjungan ke destinasi populer dalam waktu terbatas, kini banyak wisatawan justru mengutamakan kenyamanan, privasi, dan kebebasan mengatur tempo perjalanan. Pergeseran ini muncul sebagai respons terhadap kejenuhan wisata massal yang seringkali membatasi ruang gerak dan pengalaman personal wisatawan.
BACA JUGA:Warga Bali Rasakan Guncangan Gempa Pacitan Saat di Lantai 4 Rumah Sakit
BACA JUGA:Ranty Maria dan Rayn Wijaya Menikah di Bali, Tunggu 2 Tahun untuk Dapat Tanggal Cantik
BACA JUGA:Kronologi Anggota Komcad TNI AD Ditangkap Jual Senpi Ilegal di Denpasar Barat
Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan perubahan tren tersebut. Wisatawan mulai mencari bentuk perjalanan yang lebih tenang, terkurasi, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, baik untuk liburan keluarga, pasangan, maupun perjalanan dengan tujuan relaksasi.
Menjawab tren tersebut, sejumlah pelaku travel lokal di Bali mulai menghadirkan layanan private dan custom tour, salah satunya Semat Travel Indonesia yang menghadirkan layanan private dan custom tour Bali.
Layanan ini dirancang berdasarkan preferensi setiap tamu. Dengan pendekatan berbasis local expert, perjalanan disusun lebih fleksibel, mulai dari pemilihan destinasi, pengaturan waktu, hingga aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.
“Tren private dan custom tour menunjukkan bahwa wisatawan kini lebih mengutamakan kenyamanan serta pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Representative of Semat Travel Indonesia, Gusti Sudarsana, dikutip Senin (26/1/2026).
/2023/02/25/321248679.jpg)
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483912/original/067114900_1769406871-1000216703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4915603/original/086439000_1723438542-Foto_2_-_Superbank_Raih_1_Juta_Nasabah.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487908/original/019378300_1769683532-38ad1699-a169-4193-9e6f-b7734c88ab34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1338349/original/016327000_1473147933-673x373.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487478/original/021081700_1769666416-1000219659.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)