Jakarta – Industri asuransi jiwa tetap menunjukkan ketahanan pada awal 2026 meski pasar keuangan menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Hingga akhir kuartal I 2026, total aset industri asuransi jiwa tercatat mencapai Rp 652,89 triliun atau tumbuh 5,8% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Handoyo G. Kusuma mengatakan, pertumbuhan aset tersebut mencerminkan kondisi fundamental industri yang masih kuat.
BACA JUGA:Aset BPR dan BPRS Tumbuh 3,7% hingga Maret 2026
BACA JUGA:Regulator Amerika Serikat Menunda Aturan Saham Tokenisasi
BACA JUGA:15 Perusahaan Proses IPO, Mayoritas Punya Aset Jumbo
BACA JUGA:Aset Bank Pembangunan Daerah Tembus Rp 1.036 Triliun
Menurut dia, kenaikan aset berjalan seiring dengan sejumlah indikator positif lainnya, seperti pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 5% menjadi Rp 27,9 triliun serta lonjakan jumlah tertanggung yang mencapai 118,28 juta orang.
Pertumbuhan aset menunjukkan industri memiliki kapasitas keuangan yang kuat untuk menjalankan kewajibannya kepada pemegang polis,” kata Handoyo saat pemaparan kinerja industri asuransi jiwa kuartal I 2026 di Graha AAJI, Selasa (2/6/2026).
Ia menambahkan, aset tidak hanya menjadi ukuran kinerja bisnis, tetapi juga mencerminkan kemampuan industri menghadapi berbagai tantangan eksternal sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Dari sisi investasi, total dana yang dikelola industri mencapai Rp 571,7 triliun atau tumbuh 5,7% secara tahunan. Dana tersebut ditempatkan pada berbagai instrumen investasi yang disesuaikan dengan profil risiko serta kebutuhan pengelolaan kewajiban jangka panjang perusahaan asuransi.
Meski demikian, industri mengakui hasil investasi pada kuartal pertama tahun ini mengalami tekanan akibat volatilitas pasar keuangan. Kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan pasar saham maupun instrumen investasi lain yang sensitif terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik.
Handoyo menilai, tekanan tersebut merupakan bagian dari siklus pasar yang lazim terjadi. Karena itu, industri tetap berpegang pada strategi investasi jangka panjang dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian.
“Pengelolaan investasi tetap dilakukan secara prudent, dengan memperhatikan diversifikasi dan keberlanjutan,” ujarnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579569/original/092261100_1778057170-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7527837/original/059118200_1780301234-a8951ef8-9551-444c-9509-794b9b2d9785.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7600084/original/087151500_1780383670-IMG_4639.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762386/original/063474700_1709622795-fotor-ai-20240305141114.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)