Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp 135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 28 Februari 2026. Defisit ini terjadi meskipun penerimaan pajak menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat di awal tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja penerimaan pajak pada dua bulan pertama tahun ini menunjukkan tren positif dan relatif stabil.
BACA JUGA:Pajak THR 2026, Berapa Potongannya, Cara Hitung, dan Strategi Mengelolanya dengan Bijak
BACA JUGA:Berkas Lengkap, 2 Tersangka Suap Pajak KPP Madya Jakut Segera Disidang
BACA JUGA:THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak, Purbaya Kasih Penjelasan
“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama tahun 2026 ini tumbuh sebesar 30 persen, baik di Januari maupun Februari, artinya stabil di sana. Dan kami pastikan itu akan stabil terus ke depan,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (6/3/2026).
Secara keseluruhan, pendapatan negara hingga akhir Februari 2026 tercatat mencapai Rp 358 triliun atau sekitar 11,4 persen dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 290 triliun, atau sekitar 10,8 persen dari target, serta tumbuh 20,5 persen secara tahunan.
Pemerintah menilai kinerja penerimaan negara pada awal tahun ini masih berada dalam jalur yang sesuai dengan perencanaan fiskal, meskipun tekanan belanja negara mulai meningkat.
/2022/02/03/357761973.jpg)
/2024/06/27/487465856.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/17/1354237420.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523296/original/057359200_1772800398-667f9b46-cd0a-49ae-b436-68ffe40f6402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522139/original/000729400_1772718909-e055bfb0-d53a-42c5-ad40-0243568a7760.jpeg)
/2025/08/11/374871574.jpg)
/2025/09/05/1217165635.jpg)
/2022/09/23/1136592517.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523275/original/084776600_1772799017-IMG_2105.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)