Jakarta – Ekonomi Indonesia mengawali tahun 2026 dengan sentimen yang relatif positif. Sejumlah indikator utama, mulai dari pasar keuangan, pasar saham, hingga inflasi, menunjukkan perbaikan dibandingkan awal tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi modal awal yang penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas dan arah pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026.
Laporan BRI Danareksa Sekuritas menilai titik awal 2026 jauh lebih stabil dibandingkan awal 2025. Perbaikan ini didukung oleh meredanya tekanan global maupun domestik yang sempat membayangi pasar keuangan sepanjang tahun lalu.
BACA JUGA:Kadin Khawatir Ekonomi Daerah Terganggu Dampak Pemotongan TKD
BACA JUGA:Bos Kadin: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,4 Persen, Tapi Ada Syaratnya
BACA JUGA:Daya Beli 75 Juta Orang Kelas Menengah-Bawah yang Kian Tertekan
“Starting point 2026 terlihat jauh lebih stabil dibandingkan awal 2025, dengan sejumlah headwind utama kini justru mereda,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan terbarunya, Rabu (14/1/2026).
Tekanan yang sebelumnya datang dari penguatan dolar Amerika Serikat, lonjakan imbal hasil (yield) global, serta ketatnya likuiditas kini mulai melunak. Dari sisi global, inflasi yang terus mendingin membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar, terutama dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih akomodatif dinilai dapat menekan laju penguatan dolar AS dan mempersempit diferensial suku bunga, sehingga menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
/2026/01/06/320538185.jpg)
/2026/01/16/1560477888.jpg)
/2016/10/26/1015215961.jpg)
/2025/08/18/1393014342.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500365/original/026266700_1770862471-Kemenhub_akan_membatasi_operasional_truk_besar_selama_angkutan_Lebaran_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532182/original/064669300_1773644222-59fe9265-0222-4d8d-b246-de69cbaddb7a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532203/original/033865300_1773644465-ffdb5480-b963-4b7a-9afa-2bc1f06ad038.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375851/original/004936800_1680074818-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3998540/original/052571400_1650272537-20220418-Layanan_Penukaran_Uang_Receh_untuk_Lebaran-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5180860/original/030520000_1743843072-20250405-Arus_Balik-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1699851/original/087735500_1504532607-Foto_Liputan6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5531480/original/033471000_1773611354-IMG-20260315-WA0091.jpg)