Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng 44 bupati dari berbagai daerah untuk mempercepat pengembangan kawasan bioetanol berbasis tebu, singkong, dan jagung. Hal ini untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman seperti dikutip dari Antara, Senin, (21/9/2026).
BACA JUGA:Wamenkum: 25 Merek Beras Fortifikasi Terindikasi Dugaan Tindak Pidana Penipuan
BACA JUGA:Kementan Turun Tangan Atasi Isu Penyakit dan Pakan Babi
BACA JUGA:Amran Copot 13 Pejabat Kementerian Pertanian Imbas Main Judol
Amran menuturkan, Kementan mulai menggerakkan pengembangan bioetanol dengan mengonsolidasikan pemerintah daerah untuk memetakan potensi lahan, komoditas serta kesiapan wilayah untuk mendukungr rantai pasok energi berbasis pertanian.
Untuk mempercepat realisasi program, Kementan menggandeng 44 bupati dari berbagai daerah dalam konsolidasi pengembangan kawasan,” ujar Amran, setelah Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin pekan ini.
Dia menuturkan, keterlibatan 44 bupati diarahkan membangun kawasan produksi bahan baku bioetanol yanng terintegrasi. Dengan demikian, pengembangan industri tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas pengolahan.
Pemerintah menyiapkan lahan hingga 2 juta hektare (ha) sebagai fondasi pembangunan industri bioetanol dan memperkuat ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian dalam negeri.
Amran menuturkan, pengembangan bioetanol membutuhkan dukungan hulu yang kuat lewat peningkatan produksi komoditas antara lain tebu, ubi kayu, singkong dan jagung.
Ia mengatakan, pengembangan bioetanol merupakan bagian dari agenda besar pemerintah memperkuat kedaulatan energi, pangan dan protein dengan memanfaatkan potensi pertanian nasional.
“Intinya adalah bagaimana kita berdaulat energi, pangan, protein. InsyaAllah Indonesia menjadi negara besar, negara superpower ke depan,” tutur dia.
/2026/03/03/211359048.jpg)
/2026/06/02/1238642235.jpg)
/2024/02/28/568105007.jpg)
/2026/06/02/1298124770.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353608/original/003574900_1789971612-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_penjelasan-bahlil-soal-rencana-prabowo-subianto-mau-bikin-bensin-dari-batu-bara_1000449264.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8154032/original/005015900_1781007843-rok2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356435/original/065641400_1790167220-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_19.30.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137056/original/0800_1739923650-DALL__E_2025-02-19_07.06.16_-_A_futuristic_digital_illustration_representing__Altcoin_Season__in_the_cryptocurrency_industry._The_image_features_a_golden_Bitcoin_symbol_in_the_back.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309009/original/092642800_1785214589-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_43_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351711/original/015697700_1789711858-ChatGPT_Image_Sep_18__2026__01_10_32_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)