Jakarta – Gejolak harga emas yang tajam baru-baru ini mungkin telah membuat investor gelisah. Akan tetapi, logam mulia kuning ini masih memiliki tempat dalam portofolio investor.
Mengutip Strait Times, ditulis Sabtu (18/4/2026), emas meski menjadi jauh lebih volatil pada 2026, peran intinya sebagai lindung nilai terhadap risiko tetap utuh, demikian menurut laporan World Gold Council (WGC) pada 17 April 2026.
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Lebih Mahal: 0,5 Gram Dipatok Segini Hari Ini 18 April 2026
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Antam dan Pegadaian Kompak Turun Hari Ini 17 April 2026
BACA JUGA:Cara Beli Emas Aman agar Terhindar dari Penipuan dan Kerugian, Investasi Maksimal
WGC merupakan asosiasi perdagangan internasional dan organisasi pengembangan pasar untuk industri emas.
Emas mengakhiri 2025 sedikit di atas USD 4.500 per ounce dan melonjak ke rekor tertinggi di atas USD 5.600 pada Januari 2026. Pada 17 April, emas diperdagangkan di atas USD 4.800.
Dolar AS yang lebih kuat telah membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang memakai mata uang lain sehingga mengurangi permintaan.
Pada saat yang sama, beberapa faktor telah mendorong volatilitas tersebut. Ekspektasi suku bunga AS akan dipotong telah mereda, mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi dan membebani emas, yang biasanya berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Setelah lonjakan cepat pada Januari yang menyebabkan harga emas melonjak dari USD 5.000 menjadi USD 5.500 per ounce hanya dalam tiga hari, beberapa investor telah berupaya mengamankan keuntungan, memicu gelombang penjualan. Hal ini diperparah oleh pemicu perdagangan otomatis, di mana pesanan jual yang telah ditetapkan diaktifkan ketika harga turun melewati level tertentu, mempercepat penurunan.
Ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, juga menambah ketidakpastian, memicu pembelian dan penjualan karena investor bereaksi terhadap pergeseran risiko.
Namun, WGC menyebutkan, volatilitas harga emas selama periode tekanan pasar bukanlah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lonjakan dan penurunan serupa yang terlihat selama krisis keuangan global dan pandemi Covid-19.

/2025/08/31/663872302.jpg)
/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2026/02/05/898319651.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554581/original/048393600_1776077418-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Pemukiman__PKP__Maruarar_Sirait-13_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347730/original/064079400_1678087559-20230306-Ekonomi-China-AP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558599/original/033527100_1776431223-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait-17_April_2026d.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558555/original/036340500_1776424754-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait__saat_konferensi_pers_di_Wisma_Danantara-17_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558566/original/098264900_1776425951-IMG_3685.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)