Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap cara Vietnam bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi ke angka yang besar setiap tahun. Perluasan industri hingga daya tarik usaha menjadi salah satu bagiannya.
Pada sisi hilirisasi industri misalnya, Vietnam disebut sudah masuk tier 3 atau sektor digitalisasi seperti semikonduktor. Sementara, Indonesia disebut masih di tier 1, yakni sektor bisnis berbasis agro.
BACA JUGA:Airlangga Sebut Produk Baja Indonesia Dihantam Tarif 50% Masuk Eropa-AS
BACA JUGA:Panel Surya RI Kena Tarif 114%, Tak Bisa Lagi Ekspor ke AS
BACA JUGA:Airlangga Beberkan Potensi Hilirisasi: Investasi Bisa Capai US$ 618,1 Miliar
Kesempatan untuk naik dari lima (pertumbuhan ekonomi lima persen), kita rata-rata lima kalau kita mau mengejar Vietnam yang bisa mencapai sembilan persen, maka kita harus lari juga ke digitalisasi semikonduktor AI, ungkap Airlangga di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Perbandingan lainnya, Vietnam telah memiliki sekitar 2 juta hektare kawasan ekonomi khusus (KEK), sementara Indonesia baru ada 24 ribu hektare. Regulasi KEK tersebut biasanya yang jadi daya tarik investor.
Jadi dia lebih masif dari kita, lebih berani dan sebetulnya dari segi kepastian usaha mereka juga memberikan pelayanan yang baik kepada para investor. Jadi kita tentu ada persaingan dengan Vietnam, kata dia.
Pada aspek perdagangan luar negeri, Vietnam disebut lebih dahulu memiliki perjanjian ekonomi komprehensif dengan Eropa dan perjanjian yang menguntungkan dengan Amerika Serikat.
Jadi inilah yang mendorong Vietnam ekspornya lebih cepat dari kita. Namun mereka tidak punya domestic market. Jadi mereka yang menanam investasi di Vietnam itu harus mendorong untuk menuju ekspor, ungkap Airlangga.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323225/original/039549000_1786606091-publikasi_1786605212_6a7d6e9c2c946.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360181/original/077137200_1790594186-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_kemenkop-klaim-85-persen-manajer-kopdes-setuju-penempatan-di-daerah_1000456402.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)