Jakarta – Pemerintah masih mematangkan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall sebagai langkah melindungi wilayah pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) dari ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan laut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan proyek tersebut melibatkan banyak wilayah sehingga membutuhkan persiapan yang lebih matang.
BACA JUGA:AHY Sebut Indonesia Butuh Banyak Entrepreneur dan Pendiri Startup
BACA JUGA:Tak Hanya Militer, AHY Ajak Alumni Taruna Nusantara Terjun ke Politik
BACA JUGA:Desain Giant Sea Wall Pantura Ditargetkan Selesai Tahun Depan
AHY mengatakan proyek tanggul laut raksasa bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan secara cepat karena cakupannya sangat luas.
Wilayah yang masuk dalam proyek tersebut mencakup lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota di sepanjang Pantura.
Ini bukan proyek yang melibatkan satu atau dua pihak saja. Ada lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota yang terlibat, terutama di kawasan Pantura, ujar AHY dikutip dari Antara, Sabtu (23/5/2026).
Pemerintah, kata dia, terus mempercepat proses pematangan proyek agar tahapan pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal.
Kami kejar terus, mudah-mudahan tahun depan (2027) bisa lebih matang lagi, katanya.
Proyek Giant Sea Wall sendiri merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi risiko lingkungan yang semakin meningkat di kawasan pesisir utara Pulau Jawa.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6413279/original/079209500_1779284642-33e01ade-95fc-4d24-9846-817508f672ba.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552547/original/013956500_1775812564-Menteri_Pekerjaan_Umum__PU___Dody_Hanggodo-10_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5945163/original/050570100_1778842094-Foto_Ilustrasi_Sompo_Indonesia__2_.jpg.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6574122/original/083657800_1779418377-IMG_3856.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3600664/original/072986500_1634092608-13_oktober_2021-1a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6702420/original/003229400_1779521479-IMG-20260523-WA0140.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6694211/original/099744200_1779514506-Screenshot_20260523_122916_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551687/original/075166500_1775734921-3.jpg)