Jakarta – Sektor swasta menyumbang sekitar 90% nilai tambah ekonomi Indonesia, sedangkan sektor swasta bersama badan usaha milik negara (BUMN) berkontribusi sekitar 95%. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk mendorong perusahaan memperbesar skala usaha demi meningkatkan produktivitas, investasi, dan daya saing global.
Board of Advisor Prasasti, Burhanuddin Abdullah, menilai penguatan institusi dan kepastian regulasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Hashim Sebut Indonesia Kehilangan Potensi Penerimaan Rp 1.500 Triliun per Tahun
BACA JUGA:Fenomena El Niño: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya bagi Indonesia
Pemerintah dapat menetapkan arah, tetapi institusilah yang mengubah ambisi menjadi pencapaian,” ujar Burhanuddin saat membuka Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Studi perdana Prasasti mencatat Indonesia memiliki sekitar 26,4 juta perusahaan. Meski demikian, Indonesia perlu mendorong lebih banyak perusahaan mencapai skala usaha yang memadai untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi, dan memperkuat daya saing di pasar global.
Burhanuddin mengatakan tantangan pengembangan dunia usaha tidak hanya terletak pada upaya menarik investasi, tetapi juga pada kemampuan memperluas usaha, meningkatkan kualitas talenta nasional, dan memperkuat rantai pasok domestik.
“Tantangannya bukan sekadar menarik investasi. Kita harus membantu perusahaan memperluas usaha, mengembangkan talenta Indonesia, memperkuat rantai pasok domestik, dan bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Mantan Gubernur Bank Indonesia itu.
Ia menambahkan, kebijakan industri perlu mendorong inovasi dan persaingan yang sehat agar perusahaan Indonesia dapat meningkatkan kapasitas serta memperluas penetrasi pasar.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2022/08/03/1972868173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)