Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah untuk menyita lahan sawit yang melanggar aturan dengan luasan mencapai 5 juta hektare (ha). Penyitaan akan dilakukan pada tahun ini.
Mulanya, Prabowo mengajak seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih untuk memerangi korupsi dan penyelewengan. Dia kemudian mengungkit soal 4 juta ha lahan sawit yang melanggar telah disita negara pada 2025.
BACA JUGA:Tak Kalah dengan Jakarta, Wilmar Bangun Sekolah Unggulan di Tengah Perkebunan Sawit
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Incar Pajak Bocor Industri Sawit hingga Baja: Saya Banyak Rugi Itu!
BACA JUGA:Bunyi Surat Edaran Dedi Mulyadi, Terungkap Alasan Utama Larang Tanam Sawit di Jabar
BACA JUGA:Langkah Gubernur Dedi Larang Tanam Sawit Disorot, Diingatkan Jangan Gegabah
Kita sudah menguasai, sudah sita 4 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum, sudah kita sita Jampidsus, benar? Jaksa Agung? tegas Prabowo dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Dia kemudian mengungkap rencana negata untuk kembali menyita jutaan hektare lahan sawit lagi tahun ini. Dan tahun 2026 kita mungkin kita akan sita tambahan empat atau lima juta (hektare) lagi, imbuhnya.
Pada konteks ini, Kepala Negara juga mengatakan telah menindak ratusan tambang ilegal sehingga mampu menyelamatkan ratusan triliun uang negara. Meskipun masih banyak celah kebocoran.
Kita sudah bertindak terhadap ratusan tambang ilegal, sudah ratusan triliun kita selamatkan, masih banyak yang bocor, tuturnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4988896/original/082541400_1730603526-IMG-20241103-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4828239/original/041698300_1715360376-Wisatawan_di_Bagian_Utara_Museum_Sejarah_Jakarta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466256/original/080811800_1767840920-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_09.38.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3501844/original/089105700_1625531725-AP21187006471870.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)