Jakarta – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan ada ribuan industri kecil menengah (IKM) yang terdampak bencana Sumatera. Mayoritas beroperasi di Provinsi Aceh.
Agus mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun per 23 Januari 2026, IKM terdampak di Aceh mencalai 1.960 unit. Jumlah ini menjadikannya yang paling banyak terdampak dari 3 provinsi imbas bencana Sumatera.
BACA JUGA:Purbaya Kantongi 63 Laporan Hambatan Usaha: Jangan Takut Mengadu, Kita Perbaiki!
BACA JUGA:PLTS Atap Jadi Cara Industri Farmasi Tekan Emisi pada Produksi Obat
BACA JUGA:Pabrik Baja Mulai Dibangun di Purwakarta, Sanggup Produksi 250 Ribu Ton per Tahun
BACA JUGA:Menperin Minta Tambah Anggaran ke Purbaya, Buat Apa?
Terdapat 2.826 industri kecil menengah yang terdampak bencana di tiga provinsi dengan konsentrasi terbesar di Provinsi Aceh 1.960 industri kecil menengah, Sumatera Barat 647 industri kecil menengah, dan Sumatera Utara 217 industri kecil menengah, kata Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (26/1/2026).
Dia turut menguraikan sektor IKM yanh paling terdampak bencana banjir bandang di tiga provinsi tersebut. Sektor pangan, furnitur, dan bahan bangunan paling banyak terdampak dengan jumlah 1.706 unit.
Kemudian, sektor kimia, sandang, dan kerajinan mencapai 699 unit. Lalu, sektor logam, mesin, elektronika mencapai 408 unit. Serta, sektor aneka sebanyak 11 unit.
Dan ini menegaskan bahwa dampak bencana paling besar terjadi pada sektor-sektor berbasis kebutuhan dasar dan aktivitas produksi lokal, tegasnya.
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
/2021/09/20/1712575422.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5203453/original/038067100_1745943333-WhatsApp_Image_2025-04-29_at_17.39.07_b9162b6c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481618/original/046441300_1769139854-6.jpg)





