Jakarta – Industri kripto melihat peluang emas dari sektor properti melalui pemanfaatan teknologi blockchain, terutama lewat skema tokenisasi aset.
Data Deloitte Center for Financial Services mencatat, pasar tokenisasi properti diproyeksikan tumbuh dari sekitar USD 300 miliar pada 2024 menjadi USD 4 triliun, atau setara Rp 67.450 triliun (kurs Rp 16.885 per dolar AS) pada 2035.
BACA JUGA:Jurus OSL Genjot Transaksi Kripto Selama Ramadan
BACA JUGA:Arus Keluar Kripto Iran Tembus USD 10,3 Juta Imbas Perang Lawan AS
BACA JUGA:Era Baru Kripto di The Fed? Trump Dorong Sosok Pro-Bitcoin ke Senat
Proyeksi ini mulai mendapat perhatian dari pengusaha kos yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI). Dengan membidik diversifikasi hasil usaha melalui instrumen digital semisal tokenisasi properti.
Kami melihat anggota ARKI sangat terbuka dan antusias mempelajari cara kerja investasi aset crypto, termasuk memahami manfaat dan risikonya. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah dan pemahaman yang komprehensif mengenai industri aset digital, ujar SVP Strategy & Business Pintu Andy Putra, Kamis (5/3/2026).
Menyambut minat tersebut, Pintu memberikan edukasi mengenai dasar-dasar investasi kripto, manajemen risiko, serta pentingnya melakukan riset sebelum berinvestasi. Edukasi ini ditujukan agar para pengusaha kos dapat mengelola hasil usaha mereka secara lebih terdiversifikasi dan terukur.
Ketua ARKI Florencia Irena Lipin menilai, kerjasama tersebut memberikan wawasan baru bagi para pemilik kost bahwa keuntungan dari hasil sewa dapat dikelola lebih produktif melalui aset digital.
Hal ini menunjukkan bahwa bisnis properti tradisional seperti rumah kost tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial, ungkap dia.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519613/original/073767100_1772589824-publikasi_1772587345_69a78951691f3.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)