Jakarta – Perusahaan stablecoin Tether membantu Turki untuk menangani kejahatan kripto. Raksasa aset digital yang berbasis di El Salvador ini membantu otoritas Turki dalam penyelidikan pencucian uang dengan membekukan lebih dari USD 500 juta dalam bentuk kripto.
Demikian laporan Bloomberg dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (8/2/2026). Dalam wawancara dengan CEO Tether Paolo Ardoino menuturkan, tindakan terbaru Tether ini dilakukan setelah penyelidik Turki pekan lalu mengumumkan telah membekukan aset senilai USD 543 juta atau Rp 9,15 triliun milik Veysel Sahin yang dituding menjalankan platform judi ilegal.
BACA JUGA:Iran dan AS Dijadwalkan Berunding di Oman pada 6 Februari 2026
BACA JUGA:Wanita di Turki Ngaku Anak Kandung Donald Trump, Minta Tes DNA
BACA JUGA:Drone Iran Ditembak Jatuh Setelah Mendekati Kapal Induk Amerika Serikat
Sahin dicari oleh pihak berwenang karena diduga mencuci uang hasil keuntungan dari platform taruhan online ilegalnya, menurut media lokal dan pihak berwenang Turki.
Ia pertama kali ditangkap oleh pihak berwenang pada 2017, dan telah buron sejak melarikan diri dari Turki pada awal 2024.
Kantor Kejaksaan Agung Istanbul mengatakan pekan lalu kalau mereka telah menghubungi “perusahaan global” untuk membekukan aset Sahin tetapi tidak menyebutkan Tether.
Banyak Kerja Sama dengan Penegak Hukum
Ini bukan pertama kalinya Tether, perusahaan di balik mata uang kripto yang paling banyak diperdagangkan USDT membantu penegak hukum.
Seperti banyak aset digital lainnya, Tether juga telah digunakan oleh para penjahat yang ingin memindahkan dana dengan cepat dan anonim.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tether telah meningkatkan kerja samanya dengan penegak hukum. Pada 2023, Tether mulai membekukan dompet yang terhubung dengan entitas yang dikenai sanksi dalam Daftar Warga Negara yang Ditunjuk Khusus (Specially Designated Nationals List) dari Kantor Pengawasan Aset Asing (Office of Foreign Assets Control).
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4706892/original/027520100_1704433578-Untitled.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)
/2024/02/12/986177710.jpg)
/2025/10/13/652970826.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)