Jakarta – Pengajuan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX mengungkapkan kepemilikan bitcoin (BTC) senilai USD 1,45 miliar atau Rp 25,56 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.630). Kepemilikan BTC oleh SpaceX itu menunjukkan komitmen diam-diam CEO Elon Musk terhadap aset digital.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, (21/5/2026), SpaceX menambahkan bitcoin ke neraca keuangan pada 2021 dengan memegang 18.712 bitcoin per 31 Desember 2025. Nilai kepemilikan bitcoin itu USD 661 juta atau Rp 11,65 triliun, hal itu berdasarkan pengajuan SEC. Posisi itu tidak berubah dari saldo perusahaan pada akhir 2024.
BACA JUGA:Starlink Moncer, Bisnis AI Tekan Laba SpaceX Menjelang IPO
BACA JUGA:Pentagon Percepat Transformasi Militer AS Jadi Kekuatan Tempur Berbasis AI
Pengajuan tersebut mencatat bahwa simpanan tersebut, yang menempatkan perusahaan di antara 10 pemegang Bitcoin terbesar di dunia, terus disimpan oleh kustodian pihak ketiga. Ketika Musk menambah aset ke neraca perusahaan selama booming kripto di era pandemi, miliarder tersebut awalnya menambahkan 25.724 Bitcoin, menurut Bitcoin Treasuries.
SpaceX mencatat kerugian yang belum terealisasi sebesar USD 112 juta atau Rp 1,97 triliun atas kepemilikannya tahun lalu. Pada 2024, perusahaan mencatatkan keuntungan di atas kertas sebesar USD 955 juta atau Rp 16,8 triliun dari kepemilikan aset digital tersebut.
Pergerakan on-chain tahun lalu menunjukkan bahwa usaha Musk yang paling menguntungkan telah mengurangi simpanannya, dengan sekitar USD 143 juta atau 2,5 triliun Bitcoin dikonsolidasikan dalam satu dompet. Pada saat itu, para pengamat berteori bahwa perusahaan tersebut mengendalikan sekitar 8.285 Bitcoin, tetapi para peneliti on-chain kemungkinan gagal mengidentifikasi semua dompet SpaceX.
Meskipun perusahaan kedirgantaraan tersebut mempertahankan posisi yang besar, pengajuan pada Rabu menunjukkan perusahaan tersebut telah mengurangi sebagian dari simpanan aslinya dalam beberapa tahun sebelumnya. Sementara itu, Tesla memiliki 11.509 Bitcoin dalam neraca keuangannya, posisi yang semakin mengecil seiring dengan penurunan pasar kripto pada 2022.
Pada 2021, Musk menggambarkan Bitcoin sebagai hal yang baik di platform media sosial audio Clubhouse, dan menyebut dirinya sebagai pendukungnya. Setelah periode di mana perusahaan otomotif milik mogul teknologi itu menerima Bitcoin sebagai pembayaran, kebijakan tersebut tiba-tiba berbalik pada tahun itu.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4164856/original/091915700_1663664765-petanikapas5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1559582/original/044764500_1491540844-20170406-Bertemu-di-Florida_-Donald-Trump-dan-Xi-Jinping-Saling-Lempar-Senyum-AP-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562960/original/079664900_1776843665-IMG-20260422-WA0002.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)