Jakarta – Emas kerap menjadi aset yang bergerak lebih dulu saat ketidakpastian global meningkat. Namun setelah reli emas mereda, giliran Bitcoin yang biasanya mencuri perhatian. Pola ini kembali disorot analis kripto Michaël van de Poppe, yang menilai reli terbesar Bitcoin sering terjadi setelah emas menyelesaikan kenaikan utamanya.
Dikutip dari coinmarketcap, Senin (5/1/2026), dalam analisis terbarunya, van de Poppe membagikan grafik perbandingan yang menunjukkan beberapa periode historis ketika emas menembus rekor tertinggi, lalu bergerak mendatar. Tak lama setelah itu, Bitcoin justru mencatatkan lonjakan harga signifikan.
BACA JUGA:Hartadinata Abadi (HRTA) Raih Akreditasi KAN, Uji Emas Diakui Standar Internasional
BACA JUGA:Harga Emas Terus Melonjak, BPS Catat Deretan Peristiwa yang Mengguncang Inflasi 2025
BACA JUGA:Emas Perhiasan Rajai Inflasi 2025, Muncul 11 Kali Jadi Penyumbang Bulanan
Menurutnya, emas dan Bitcoin bukanlah aset yang saling bersaing secara langsung. Keduanya justru bergerak berurutan, mencerminkan perubahan perilaku modal global saat tekanan makroekonomi meningkat.
Pola Rotasi Modal di Masa Lalu
Van de Poppe mencontohkan periode 2016–2017. Saat itu, harga emas lebih dulu mencapai puncak dan kemudian bergerak sideways. Setelah fase tersebut, Bitcoin memasuki bull run besar yang menjadi penentu siklus kripto kala itu.
Pola serupa kembali muncul pada 2020. Emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, lalu mengalami konsolidasi. Tidak lama berselang, Bitcoin memulai fase kenaikan multi-tahun yang signifikan.
Dalam kedua periode tersebut, transisi terjadi setelah emas menyerap modal defensif. Ketika risiko mulai berkurang, investor secara bertahap memindahkan keuntungan ke aset berisiko lebih tinggi, termasuk kripto.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3047334/original/082105900_1581414535-20200211-Omnibus-Law-Diyakini-Bisa-Perkuat-Ekonomi-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376784/original/035978900_1760020950-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_18.01.40__1_.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455446/original/032733600_1766658212-430107f0-2428-4d0b-ad66-7bb4a8534c4f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388501/original/067806200_1761122181-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_13.51.12_74519c08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469008/original/019117100_1768042279-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_15.42.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469026/original/075459500_1768042887-publikasi_1768039633_696224d1e361a.jpeg)