Jakarta – Penulis buku terlaris New York Times, Robert Kiyosaki, kembali memperingatkan bahwa ekonomi global berada di ambang keruntuhan. Dalam pernyataan terbarunya, Kiyosaki menyinggung sejumlah peristiwa sejarah yang dimulai puluhan tahun lalu dan kini disebut mulai menunjukkan dampaknya.
Dikutip dari Crypto Potato, Senin (6/4/2026), ia menilai dunia sedang memasuki fase berbahaya yang ditandai dengan meningkatnya inflasi, utang yang tidak berkelanjutan, serta potensi konflik global terkait minyak dan sumber energi.
BACA JUGA:Debat Panas Michael Saylor vs Peter Schiff: Investor Bitcoin Diminta Waspada
BACA JUGA:Harga Ethereum Tembus USD 2.100, Faktor Ini Jadi Pendorong
BACA JUGA:Michael Saylor Sebut Siklus 4 Tahunan Bitcoin Resmi Berakhir, Ini Alasannya
Kiyosaki bahkan menelusuri akar krisis ini ke tahun 1974, yang menurutnya menjadi titik penting perubahan sistem keuangan global.
Menurut Robert Kiyosaki, terdapat dua perubahan besar pada tahun 1970-an yang kini kembali menghantui ekonomi dunia.
Pertama adalah peralihan dolar AS menjadi sistem petrodolar, di mana mata uang tersebut tidak lagi berbasis emas, melainkan terkait dengan minyak. Kondisi ini dinilai membuat ekonomi global sangat bergantung pada energi, sehingga konflik energi dapat memicu gejolak besar.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

/2024/03/03/1059739962.jpg)
/2025/04/03/680313798.jpg)
/2025/12/19/2033941622.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545742/original/014123800_1629426465-ethereum-cryptocurrency-in-hand-PDZMF9R-1-scaled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461301/original/013023100_1767362851-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535731/original/078512200_1774100471-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-21_Maret_2026b.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4989211/original/076237300_1730628007-20241103-Polusi_Pakistan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546918/original/056754100_1775386026-IMG-20260405-WA0013.jpg)