Jakarta – 2025 dipenuhi dengan prediksi bullish bitcoin (BTC), dan hampir semuanya salah. Pada 31 Desember 2025, bitcoin berada di posisi USD 87.000 atau Rp 1,4 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.696. Nilai kripto ini jauh di bawah harapan sejumlah tokoh terkemuka. Berikut sejumlah prediksi mengenai harga bitcoin:
1.Robert Kiyosaki: USD 250.000
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 4 Januari 2026: Bitcoin Cs Kompak Menghijau
BACA JUGA:Bitcoin Bergejolak Usai Ketegangan Venezuela, Analis Tetap Optimistis
BACA JUGA:Prediksi Suram Bitcoin 2026: Investor Institusi Bisa Picu Kejatuhan Harga
BACA JUGA:Bitcoin Patahkan Siklus Halving 4 Tahunan, Harga Justru Turun Pasca Halving
2.Tom Lee: USD 250.000
3. Chamat Palihapitiya: USD 500.000 pada Oktober 2025
4.Tim Draper: USD 250.000
5.Eric Trump: USD 175.000
6. Michael Saylor: USD 150.000
Apa yang Terjadi pada Bitcoin pada 2025?
Bitcoin memulai 2025 dengan pijakan kuat. Harga bitcoin melonjak ke USD 102.000 pada awal Januari, sekitar pelantikan Donald Trump sebagai presiden. Demikian mengutip Yahoo Finance, Sabtu (3/1/2026).
Selama dua bulan berikutnya, aset tersebut bergerak dalam kisaran USD 98.000 dan USD 104.000 sebelum momentumnya memudar.
Pada akhir Februari, bitcoin turun menjadi USD 80.000, kemudian turun menjadi USD 76.000 pada April.
Semester kedua menunjukkan pemulihan yang lambat, mencapai puncaknya di angka USD 126.000 pada awal Oktober, tepat sebelum terjadi penurunan tajam pada 10 Oktober yang menghapus keuntungan dua digit.
Pada kuartal terakhir 2025, Bitcoin diperdagangkan mendatar antara USD 86.000 dan USD 94.000, menutup tahun di bawah target analis yang paling konservatif.
CEO ARK Invest, Cathie Wood, percaya pasar mungkin meremehkan betapa berbedanya 2026.
Dalam video 21 Desember, Wood berpendapat bahwa terlepas dari tantangan tahun 2025, termasuk guncangan tarif, penutupan pemerintah, dan Federal Reserve yang terus-menerus agresif, harga aset telah menunjukkan ketahanan yang tak terduga.
Ketahanan itu, menurut dia, dapat membuka jalan bagi tahun Goldilocks, yang ditandai dengan pertumbuhan yang meningkat dan inflasi yang menurun.
“Banyak harapan untuk tahun 2026… tetapi jika kita benar, pertumbuhan akan jauh lebih kuat. Dan yang terpenting, inflasi akan jauh lebih rendah daripada yang terjadi selama pemberlakuan tarif,” kata Wood.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461139/original/006092900_1767340396-0a65192f-f679-4726-838e-db64a51518c4.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/755910/original/096650900_1414158471-x8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5381933/original/039227200_1760522313-IMG_7964.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269837/original/057928600_1671710596-BKI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5408404/original/047447100_1762773374-vitaly-gariev-F9gWctom-pI-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459920/original/095436100_1767180788-1000194104.jpg)