Jakarta – Ruang pertumbuhan industri kripto di Indonesia masih terbuka lebar pada 2026. Hal itu seiring penetrasi kripto baru sekitar 7% dari populasi. Selain itu, apabila kondisi pasar global telah kondusif dan minat terhadap aset berisiko kembali menguat, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menuturkan, pertumbuhan adopsi berpeluang lebih cepat.
Dalam skenario optimisis, jumlah investor kripto nasional dapat bertambah sekitar 7-8 juta sehingga totalnya berpotensi mendekati 26-27 juta investor,” ujar Calvin dikutip dari keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
BACA JUGA:Regulasi Kripto Makin Jelas, CLARITY Act Dorong Adopsi Bitcoin dan Ethereum
BACA JUGA:Negara Bagian di AS Ini Kembali Ingin Punya Cadangan Kripto
BACA JUGA:Nilai Transaksi Kripto 2025 Capai Rp 482,23 Triliun, Lebih Rendah Dibanding 2024
BACA JUGA:JPMorgan Sebut Aliran Dana ke ETF Stabil Dukung Pasar Kripto
Ia menambahkan, sementara pada skenario yang lebih moderat, penambahan sekitar 4-5 juta investor dapat mendorong total investor berada di kisaran 23-24 juta hingga akhir 2026,
Dari sisi aktivitas, kuatnya basis transaksi sepanjang 2025 membuka peluang peningkatan nilai transaksi pada 2026, seiring tumbuhnya minat masyarakat terhadap investasi dan trading aset kripto.
Secara kumulatif sepanjang 2025 (YTD) hingga November, total nilai transaksi tercatat Rp 446,77 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 556,53 triliun pada Januari–November 2024, atau turun sekitar Rp 109,76 triliun setara 19,72% (YoY).
Kami berharap 2026 menjadi momentum pembalikan, sehingga nilai transaksi kembali meningkat seiring pasar yang makin matang dan partisipasi pengguna yang lebih berkualitas,” kata Calvin.
Calvin menegaskan, fokus industri ke depan tidak hanya pada pertumbuhan angka, tetapi juga pada kualitas pengguna, edukasi, keamanan, dan keberlanjutan ekosistem agar pertumbuhan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Selain itu, Calvin menilai, pasar aset kripto Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tanda-tanda pendewasaan semakin kuat. “Aktivitas pasar tidak lagi semata dipacu euforia bull market, melainkan bergerak ke fase konsolidasi,” ujar dia.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160786/original/001755100_1741840350-WhatsApp_Image_2025-03-13_at_10.14.50.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3422260/original/088185200_1617784699-Bank-BTN3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4980632/original/088675900_1729925953-3c4be2dd-02e9-4dde-98e4-1b2a557f2b63.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)