Jakarta – Perusahaan stablecoin Rain pada Jumat, 9 Januari 2026 mengumumkan telah menghimpun dana USD 250 juta atau Rp 4,20 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.820) dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh ICONIQ. Seiring dana yang diraih itu mendorong nilai perusahaan sebesar USD 1,95 miliar atau Rp 32.803 triliun seiring terus meningkatnya minat investor di sektor kripto.
Mengutip Channel News Asia, ditulis Senin (12/1/2026), putaran pendanaan Seri C terbaru ini membawa total pendanaan Rain menjadi lebih dari USD 338 juta atau Rp 5,68 triliun dan terjadi empat bulan setelah putaran sebelumnya. Perusahaan tersebut mengatakan valuasinya telah meningkat lebih dari 17 kali lipat hanya dalam 10 bulan.
BACA JUGA:Tether Perkenalkan Scudo, Satuan Baru untuk Transaksi Emas Digital
BACA JUGA:Isu Peretasan Stablecoin Venezuela Tanpa Bukti, Investor Diminta Waspada
BACA JUGA:Jepang dan Korea Selatan Pimpin Adopsi Stablecoin Lokal di Asia pada 2025
BACA JUGA:Coinbase Ingatkan China Bakal Peroleh Keuntungan Jika AS Batasi Imbalan atas Stablecoin
BACA JUGA:UU Kripto Korea Selatan Mandek Gara-Gara Ini
Prioritas utama perusahaan adalah mewujudkan misinya dengan memperluas kehadirannya di pasar-pasar berlisensi utama, kata juru bicara Rain, menambahkan bahwa perusahaan tersebut fokus pada pendalaman platform pembayaran stablecoin lengkapnya, termasuk melalui akuisisi strategis.
Rain menyediakan infrastruktur bagi bisnis untuk menerbitkan dan mengelola kartu dan dompet pembayaran yang terhubung dengan stablecoin, memungkinkan pengguna untuk bertransaksi di mana pun Visa diterima.
Stablecoin dengan cepat menjadi cara pergerakan uang di abad ke-21, tetapi adopsi oleh pengguna di seluruh dunia membutuhkan kartu dan aplikasi yang berfungsi dengan baik, kata CEO dan salah satu pendiri Rain, Farooq Malik, dalam sebuah pernyataan.
Dalam setahun terakhir, basis kartu aktif kami telah meningkat 30 kali lipat dan volume pembayaran tahunan kami telah meningkat 38 kali lipat, tetapi kami masih dalam tahap awal.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)

/2025/09/24/895147874.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469835/original/056109300_1768187316-26db77e2-e2e7-483a-8a0d-ce3f0e6c9ee1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469177/original/055054500_1768089089-1000025997.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308849/original/044013300_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)