Jakarta – Otoritas keuangan California menjatuhkan sanksi kepada perusahaan pemberi pinjaman kripto Nexo atas pelanggaran aturan pinjaman. Padahal, Nexo tengah berencana untuk kembali hadir di pasar Amerika Serikat.
Komisioner Regulator keuangan California, Department of Financial Protection and Innovation (DFPI), KC Mohseni mengatakan, Nexo telah menyalurkan pinjaman konsumen dan komersial berbasis kripto kepada 5.456 warga California tanpa mengantongi lisensi yang diwajibkan oleh hukum negara bagian.
BACA JUGA:Jaringan Restoran Cepat Saji Ini Beli Bitcoin Rp 169 Miliar
BACA JUGA:Senat AS Genjot Pembahasan RUU Struktur Pasar Kripto
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 18 Januari 2026: Bitcoin dan Ethereum Berlawanan Arah
BACA JUGA:Belarus Resmi Legalkan Bank Kripto, Ini Dampaknya ke Dunia
BACA JUGA:Bursa Kripto RI Bertambah, Pertumbuhan Industri Bisa Melesat?
Selain itu, pihaknya menemukan perusahaan gagal melakukan penilaian mendasar terhadap kemampuan debitur untuk membayar kembali pinjaman, termasuk tidak meninjau kewajiban utang yang sudah ada maupun riwayat kredit peminjam.
Pemberi pinjaman wajib mematuhi hukum dan menghindari praktik pinjaman berisiko yang dapat membahayakan konsumen, dan pinjaman berbasis kripto tidak terkecuali,” ujar Mohseni, dalam pernyataan resminya, dikutip dari Yahoo Finance Minggu (18/1/2026).
Maka dari itu, lanjut Mohseni, pihaknya menjatuhkan denda sebesar USD 500.000 atau Rp 8,45 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 16.910) kepada Nexo. Selain denda administratif, pihaknya juga memerintahkan Nexo untuk memindahkan seluruh dana nasabah California ke afiliasi AS yang telah memiliki lisensi dalam waktu 150 hari.
Sanksi dari California ini dinilai signifikan karena negara bagian tersebut menjadi barometer penerimaan regulasi keuangan di tingkat nasional. Dengan jumlah penduduk dan produk domestik bruto terbesar di AS, California kerap menjadi gerbang utama bagi perusahaan jasa keuangan yang ingin memperluas bisnisnya secara nasional.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan regulasi yang dihadapi Nexo di Amerika Serikat, yang sebelumnya berujung pada keputusan perusahaan untuk keluar dari pasar AS pada 2022.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2025/12/25/1288847629.jpg)
/2025/07/29/1628369530.jpg)
/2025/03/26/628035943.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)



/2025/12/09/1951891581.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510852/original/003256100_1771840702-Kepala_BOPPJ_Didit_Herdiawan_Ashaf-23_Februari_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5256720/original/046490700_1750248775-f3bdce7a-e287-4a17-b7bd-c5e2c5499ba6.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510955/original/013298200_1771846233-1000242800.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508522/original/073889200_1771577837-Tata_Motors_Indonesia_Secures_its_Biggest_Order__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510999/original/069334100_1771853027-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_09.16.31.jpeg)