Jakarta – Nilai kerugian akibat eksploitasi kripto anjlok lebih dari 90% pada Februari. Sepanjang bulan itu, total dana yang dicuri tercatat sekitar USD 35,7 juta atau setara Rp 601,7 miliar (asumsi kurs Rp 16.885 per dolar AS), jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.
Melansir Yahoo Finance, Selasa (3/3/2026), penurunan ini menjadi yang terendah sejak Maret 2025 dan memberi jeda bagi industri kripto yang biasanya dirugikan ratusan juta dolar akibat peretasan.
BACA JUGA:Investor Kripto Tembus 20,70 Juta pada Januari 2026
BACA JUGA:Transaksi Kripto Turun 10,53%, OJK Sebut Sejalan Koreksi Harga Aset
Tetap Ada Serangan Besar
Data perusahaan keamanan blockchain CertiK menunjukkan penurunan signifikan secara bulanan maupun tahunan. Sebagai perbandingan, Februari tahun lalu diwarnai peretasan besar senilai USD 1,5 miliar atau setara Rp 25,2 triliun di bursa Bybit yang membuat angka tahunan melonjak tajam.
Meski total kerugian turun, sejumlah serangan besar tetap terjadi. Insiden terbesar terjadi pada 22 Februari di jaringan Stellar, ketika peretas mengeksploitasi pool YieldBlox Blend dan mencuri lebih dari USD 10 juta atau setara Rp 168,5 miliar melalui manipulasi oracle pada pasar dengan likuiditas tipis. Pelaku menaikkan harga token secara artifisial hingga 100 kali lipat, lalu menarik pinjaman besar tanpa jaminan memadai.
Sehari sebelumnya, proyek IoT IoTeX juga diretas setelah kunci pribadi bocor. CertiK memperkirakan kerugian hampir USD 9 juta atau setara Rp 151,6 miliar, meski tim IoTeX menyebut jumlahnya mendekati USD 2 juta atau setara Rp 33,7 miliar. Dana curian disebut ditukar ke ETH lalu dialihkan ke Bitcoin melalui jembatan lintas rantai.
Serangan lain menimpa Foom.Cash dengan kerugian sekitar USD 2,2 juta. Peretas memanfaatkan celah kriptografi untuk memalsukan bukti zkSNARK sehingga dapat menarik token dalam jumlah besar.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)