Jakarta – Pasar kripto global diprediksi masih mengalami tekanan pada semester I 2026 di tengah minat kripto berangsur positif di Indonesia. Kondisi geopolitik dan ekonomi global disinyalir menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi.
VP of Business Development Indodax, James Eugene mengatakan, meski peminatan kripto berangsur positif di Indonesia, tapi kondisi pasar menunjukkan sebaliknya. Harga Bitcoin (BTC) sempat anjlok ke USD 66.000 per koin, meski kini mulai merangkak naik ke kisaran USD 70.000.
BACA JUGA:Efek Isu The Fed dan Kevin Warsh Picu Aksi Jual Bitcoin, Pasar Dinilai Salah Tafsir
BACA JUGA:Harga Bitcoin Terpangkas 50% dari Posisi Tertinggi, Pengamat Bilang Begini
BACA JUGA:Tether Bantu Penyelidik Turki Bekukan Aset Rp 9,15 Triliun, Ini Alasannya
Tidak bisa dipungkiri terdapat signal-signal yang menunjukkan bahwa market kripto overall itu mengalami penurunan, ungkap James, di FEB Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, dikutip Minggu (8/2/2026).
Dia menjelaskan, penurunan nilai token kripto tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik. Melainkan, kondisi global, termasuk sisi ekonomi maupun geopolitiknya.
Ada geopolitical conflict, ada macroeconomic uncertainty yang menyebabkan price action dan market itu bergerak itu berdasarkan likuditas, likuditas global. Tidak bisa dipungkiri bahwa signal tersebut menunjukkan penurunan macroeconomic dan terhadap macro kripto outlook itu sendiri, tuturnya.
James menilai, tekanan akan berlanjut di paruh pertama 2026 ini, dengan dibayangi ketidakpastian pemulihan di paruh kedua. First half ini Januari sampai Juli ini dari signal pun itu akan ada penurunan yang lumayan signifikan. Dan mungkin untuk second half itu untuk macro tidak bisa, karena terlalu banyak uncertainty, tidak bisa terlihat akan sudah rebound atau belum, tuturnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)
/2024/02/12/986177710.jpg)
/2025/10/13/652970826.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)