Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tokenisasi aset dunia nyata atau real world asset (RWA) memiliki potensi besar menjadi instrumen alternatif pendanaan yang lebih efisien. Teknologi ini juga dinilai dapat memperkuat keterhubungan antara sektor keuangan dan sektor riil di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, sebelumnya menyampaikan, tren global menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam tokenisasi aset. Perkembangan tersebut menjadikan RWA sebagai salah satu segmen yang semakin diperhatikan dalam industri aset digital.
BACA JUGA:Awas, Penipuan Berkedok Nonton Drama China
BACA JUGA:Influencer Saham Belvin Tannadi Buka Suara Alasan Ogah Bayar Denda OJK Rp 5,35 Miliar
BACA JUGA:Satgas PASTI Temukan 951 Pinjol Ilegal, Cek di Sini
Di tingkat global, pembahasan regulasi terkait aset digital juga terus berkembang. Pada Mei 2026, Komite Perbankan Senat Amerika Serikat memperbarui rancangan regulasi pasar aset digital melalui pembahasan Digital Asset Market CLARITY Act. Selain itu, regulator pasar modal AS disebut tengah menyiapkan kerangka yang memungkinkan perdagangan saham berbasis token di platform aset digital.
Sejalan dengan tren tersebut, sejumlah pelaku industri mulai menghadirkan layanan berbasis tokenisasi aset global. Salah satunya Bittime yang menyediakan akses ke aset digital, logam mulia digital, dan saham Amerika Serikat berbasis token dalam satu platform.
Chief Executive Officer (CEO) Bittime, Ryan Lymn, mengatakan ketidakpastian geopolitik global mendorong sebagian investor mencari instrumen yang lebih stabil untuk kebutuhan diversifikasi portofolio.
Kondisi geopolitik global yang tidak menentu cenderung mendorong investor untuk beralih ke aset-aset stabil sebagai strategi diversifikasi lindung nilai,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Ryan, saham-saham AS berbasis token menjadi salah satu instrumen yang mulai dilirik investor.
Karena itu, aset global stabil seperti saham AS, termasuk tokenized Microsoft, Nvidia, Apple, Amazon, Meta, Tesla, dan lainnya, menjadi pilihan yang relevan dengan kebutuhan investor saat ini,” jelasnya.
Meski demikian, perusahaan mengingatkan investor tetap perlu memahami risiko yang melekat pada aset digital. Volatilitas pasar dapat menciptakan peluang sekaligus meningkatkan risiko investasi, sehingga edukasi mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental tetap menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/6511439/original/050880700_1779370912-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_41_38_PM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7257325/original/055211900_1780043659-1000036408.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573308/original/039600900_1777888752-1000034393.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6495202/original/083620500_1779352339-wapres-jk-perjuangkan-kelapa-sawit-indonesia-di-forum-apec-manila.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2950121/original/017585800_1572060487-online-shopping.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4473781/original/039018600_1687249156-SEC_.jpg)