Jakarta – Penggunaan stablecoin, yakni jenis mata uang kripto yang nilainya dipatok pada aset tertentu seperti dolar Amerika Serikat (AS), menunjukkan pola yang berbeda di berbagai negara.
Dikutip dari COINTURK NEWS, Senin (16/3/2026), secara global, Tether (USDT) masih menjadi stablecoin yang paling banyak digunakan. Namun, USD Coin (USDC) terus memperluas pangsa pasarnya dan mulai mendapatkan tempat di semakin banyak negara.
BACA JUGA:Senat Australia Dukung Regulasi Kripto
BACA JUGA:Harga Bitcoin Hari Ini 16 Maret 2026 Melesat, Analis Ungkap Pemicunya
BACA JUGA:Kapitalisasi Pasar Altcoin Turun, Bitcoin Masih Dominasi Pasar Kripto
Perkembangan ini mengubah cara individu maupun pelaku usaha memanfaatkan sistem keuangan digital, terutama di negara-negara yang menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Data terbaru menunjukkan Nigeria menjadi negara dengan tingkat kepemilikan stablecoin tertinggi di dunia.
Di negara dengan populasi terbesar di Afrika tersebut, sekitar 59 persen pemilik kripto memiliki USDT, sementara 48 persen memegang USDC.
Tingginya adopsi ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi Nigeria yang menghadapi ketidakstabilan mata uang dan inflasi yang tinggi.
Bagi banyak warga Nigeria yang kesulitan menyimpan nilai kekayaan dalam mata uang lokal yang berfluktuasi, stablecoin berbasis dolar dianggap sebagai alternatif yang lebih aman.
Aset digital ini memberikan semacam “tempat berlindung finansial” karena nilainya relatif stabil dibandingkan mata uang domestik.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2026/01/06/320538185.jpg)
/2026/01/16/1560477888.jpg)
/2016/10/26/1015215961.jpg)
/2025/08/18/1393014342.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5168510/original/035354800_1742449408-20_maret_2025-2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500365/original/026266700_1770862471-Kemenhub_akan_membatasi_operasional_truk_besar_selama_angkutan_Lebaran_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532182/original/064669300_1773644222-59fe9265-0222-4d8d-b246-de69cbaddb7a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532203/original/033865300_1773644465-ffdb5480-b963-4b7a-9afa-2bc1f06ad038.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375851/original/004936800_1680074818-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3998540/original/052571400_1650272537-20220418-Layanan_Penukaran_Uang_Receh_untuk_Lebaran-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5180860/original/030520000_1743843072-20250405-Arus_Balik-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1699851/original/087735500_1504532607-Foto_Liputan6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5531480/original/033471000_1773611354-IMG-20260315-WA0091.jpg)