Jakarta – Tokoh kripto sekaligus Executive Chairman MicroStrategy, Michael Saylor, memberikan tanggapan keras setelah mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengkritik Bitcoin (BTC) dan menyebutnya mirip skema Ponzi.
Johnson menceritakan pengalamannya berbincang dengan seorang kenalan di gereja yang mengaku mengalami kerugian setelah tergiur investasi kripto. Menurut Johnson, orang tersebut awalnya menyerahkan sekitar £ 500 kepada seseorang yang menjanjikan dapat melipatgandakan uangnya melalui investasi Bitcoin.
BACA JUGA:Adi Budiarso jadi Pengawas Kripto hingga Aset Digital OJK, Ini Harapan Pelaku Industri
BACA JUGA:Bitcoin Dekati USD 74.000, Momentum Mulai Menguat
BACA JUGA:Indodax: Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto Beri Kejelasan bagi Investor Muslim
“Setelah tiga setengah tahun kebingungan, dia justru kehilangan £ 20.000,” tulis Johnson dikutip dari crypto news, Sabtu (14/3/2026).
Johnson juga menjelaskan bahwa orang tersebut terus diminta membayar berbagai biaya tambahan dengan harapan bisa menarik kembali uang yang telah diinvestasikan.
Cerita itu kemudian digunakan Johnson untuk mempertanyakan nilai dan struktur mata uang kripto.
Dalam kritiknya, Johnson membandingkan Bitcoin dengan aset tradisional dan barang koleksi.
“Saya bisa melihat nilai intrinsik emas. Saya bahkan bisa memahami mengapa kartu Pokemon bisa mempertahankan nilainya,” tulis Johnson.
Namun ia mempertanyakan dasar nilai aset digital seperti Bitcoin.
“Tapi Bitcoin? Apa sebenarnya itu? Hanya deretan angka yang tersimpan di sejumlah komputer,” tulisnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/09/09/1154512313.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2026/01/14/1374241906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4996398/original/008749700_1731082958-000_36LU3ZX.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905401/original/072467000_1722346240-IMG_0389__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312207/original/096074800_1754908599-WhatsApp_Image_2025-08-11_at_4.44.48_PM.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529004/original/022590700_1773302602-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_15.00.02.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529560/original/069840500_1773370657-BRI_Imlek.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529575/original/069455900_1773372057-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.28.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529583/original/055065300_1773372270-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.31.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527100/original/091852400_1773180939-Presiden_Prabowo_Subianto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)