Jakarta – Kripto Shiba Inu (SHIB) diluncurkan pada 2020 oleh pengembang anonim dengan nama samaran Ryoshi. Token ini lahir setelah melihat antusiasme investor terhadap Dogecoin, yang lebih dulu populer sebagai koin meme.
Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (3/3/2026), pada 2021, Shiba Inu mencetak lonjakan fantastis hingga 45.278.000% dalam setahun—salah satu kenaikan tahunan terbesar dalam sejarah aset keuangan. Investasi USD 3 yang dilakukan pada waktu tepat bahkan bisa berubah menjadi USD 1 juta.
BACA JUGA:Trader Futures Shiba Inu Berbalik Bearish, Open Interest Turun 8%
BACA JUGA:Bitcoin Vs Shiba Inu: Mana yang Lebih Cuan Tahun Ini?
BACA JUGA:Prediksi Pasar Kripto: BNB Siap Tembus USD 2.000, XRP Ambruk dan Shiba Inu di Ujung Jurang 2025
Saat itu, kondisi pasar sangat mendukung. Suku bunga berada di level terendah sepanjang sejarah, dan pemerintah Amerika Serikat menggelontorkan triliunan dolar untuk menopang ekonomi selama pandemi COVID-19. Gelombang spekulasi pun melanda berbagai aset, mulai dari saham, properti, hingga kripto.
Namun, euforia spekulatif tidak bertahan lama. Pada pertengahan 2022, harga Shiba Inu telah anjlok lebih dari 90% dari puncaknya. Saat ini, SHIB diperdagangkan di sekitar USD 0,000006—level terendah dalam lima tahun terakhir.
Lalu, mungkinkah 2026 menjadi tahun kebangkitan besar dan membawa Shiba Inu ke harga USD 1? Jawabannya mungkin tidak seperti yang dibayangkan banyak investor.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)