Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital terus menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026. Hingga Januari 2026, jumlah konsumen tercatat mencapai 20,70 juta atau tumbuh 2,56 persen secara bulanan dibandingkan posisi Desember 2025 sebanyak 20,19 juta konsumen.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan partisipasi masyarakat yang masih kuat terhadap ekosistem aset keuangan digital di Indonesia.
BACA JUGA:Transaksi Kripto Turun 10,53%, OJK Sebut Sejalan Koreksi Harga Aset
BACA JUGA:Harga Ethereum dan Saham BitMine Menguat, Tom Lee Tambah 50 Ribu ETH
“Jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital berada dalam tren meningkat, yaitu mencapai 20,70 juta konsumen pada posisi Januari 2026 atau tumbuh 2,56 persen month to month,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil RDKB OJK Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Peningkatan jumlah konsumen ini terjadi di tengah dinamika transaksi yang mengalami koreksi. Nilai transaksi aset kripto pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp 29,24 triliun atau turun 10,53 persen secara bulanan dari Rp 32,68 triliun pada Desember 2025.
Sementara itu, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital (AKD) tercatat sebesar Rp 8,01 triliun atau turun 6,88 persen dari Rp 8,60 triliun pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya harga sejumlah aset kripto utama.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)