Jakarta – Sentimen pasar kripto tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga bitcoin (BTC), tetapi juga oleh kondisi makroekonomi, hingga perkembangan regulasi memasuki kuartal IV 2027.
Bittime melihat pemahaman terhadap faktor-faktor itu sebagai bagian penting dalam membaca dinamika pasar dan mengelola risiko investasi aset digital.
BACA JUGA:Tether Gandeng Kazakhstan, Siapkan Stablecoin Berbasis Tenge
BACA JUGA:Robinhood Beli Bitcoin US$ 25 Juta, Masukkan ke Neraca Perusahaan
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 8 Oktober 2026: Bitcoin Turun 2,45%, XRP Lebih Dalam
BACA JUGA:Solana Masuk Infrastruktur Keuangan Institusi, JPMorgan Jadi Penasihat
BACA JUGA:Investor Tarik Bitcoin Rp 59 Triliun dari Binance dalam 15 Hari
Data CoinMarketCap menunjukkan kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar US$ 1,68 triliun atau Rp 30.119 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.930) pada 30 September 2026, dengan harga Bitcoin sekitar US$ 83.553 atau Rp 1,49 miliar.
Mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis, (8/10/2026), Reuters melaporkan Citigroup kembali menaikkan proyeksi Bitcoin dan Ether, antara lain dengan mempertimbangkan aktivitas pasar kripto dan arus dana ETF.
Suku Bunga dan Kondisi Makro Masih Membentuk Sentimen
Kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor pada kuartal IV 2026. Pada September 2026, Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, sembari menyoroti inflasi yang masih tinggi dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi.
Perubahan suku bunga, inflasi, imbal hasil obligasi, serta kondisi likuiditas global dapat memengaruhi preferensi investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menuturkan investor perlu melihat perkembangan pasar kripto dalam konteks ekonomi yang lebih luas.
“Pergerakan pasar kripto semakin berkaitan dengan kondisi makroekonomi global. Karena itu, investor perlu memahami perkembangan suku bunga, inflasi, dan likuiditas agar dapat membaca perubahan sentimen secara lebih utuh, bukan hanya merespons pergerakan harga dalam jangka pendek,” tutur Ryan.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4033430/original/048968500_1653467636-20220525-FOTO---SUSU-SAPI-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)