Jakarta – Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris atau the UK Foreign, Commonwealth & Development Office memberikan sanksi kepada Xinbi, marketplace kripto yang memproses aliran dana ilegal senilai USD 19,9 miliar atau Rp 337,80 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.980). Hal itu terjadi pada 2021-2025 dan memutus akses dari ekosistem kripto global mulai 26 Maret 2026.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (29/3/2026), sanksi itu membekukan semua aset yang terkait dengan dengan Inggris, melarang bank-bank Inggris, perusahaan kripto dan individu untuk bertransaksi dengan platform itu. Selain itu, sanksi itu juga menargetkan jalur masuk dan keluar yang mendukung salah satu jaringan penipuan saling terkait yang pernah didokumentasikan.
BACA JUGA:Thomas Tuchel Semprot Wasit Setelah Inggris Gagal Menang
BACA JUGA:Ben White Dicemooh Fans di Laga Inggris vs Uruguay, Ini Reaksi Thomas Tuchel
BACA JUGA:Arsenal Dapat Oleh-oleh Kabar Buruk Usai Laga Inggris vs Uruguay: Noni Madueke Tumbang
BACA JUGA:Harry Maguire Ungkap Sosok Kunci di Balik Keberhasilannya Comeback ke Timnas Inggris: Legenda MU
Bagaimana Sanksi Inggris Benar-Benar Memutus Akses Xinbi?
Sanksi itu beroperasi melalui rezim sanksi terpadu Inggris, yang memberi wewenang kepada the Office of Financial Sanctions Implementations (OFSI) untuk membekukan aset dan melarang transaksi yang terkait dengan Inggris.
Bagi Xinbi, itu berarti setaip transaksi kripto yang dialihkan melalui bursa, kustodian dan pemproses pembayaran yang berbasis di Inggris saat ini merupakan pelanggaran kepatuhan yang memaksa penghapusan segera dan pemblokiran dompet di seluruh sektor kripto yang diatur di negara itu.
Chainalysis, yang menganalisis blockchain mendokumentasikan penetapan itu, menggambarkan sanksi tersebut sebagai penargetkan “tulang punggung escrow” yang menopang penipuan skala besar, terutama peran Xinbi dalam memfasilitasi pencucian uang “Black U”,, perdagangan OTC tanpa izin, penjualan basis data yang dikompromikan dan pasokan peralatan satelit ke kompleks penipuan termasuk 8Park.
Kompleks itu yang dioperasikan oleh Legend Innovation Co di bawah direktur Eang Soklim, dapat menampung hingga 20.000 pekerja yang diperdagangkan dan bergantung pada Xinbi sebagai lapisan keuangan inti.
/2026/01/07/1592014958.jpg)
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2026/02/03/1693365585.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538624/original/041324900_1774531939-1000272872.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5311871/original/041626800_1754897721-1000072763.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458470/original/028995200_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2384193/original/016916200_1539657980-warren.jpg)