Jakarta – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai pusat likuiditas aset kripto atau liquidity hub di Asia Tenggara. Besarnya aktivitas pasar domestik menjadi modal penting, tetapi peluang tersebut perlu diikuti penguatan ekosistem, inovasi, likuiditas, serta kepastian regulasi.
Vice President of Business Development Indodax, James Eugene, mengatakan Indonesia telah menjadi salah satu pasar yang menarik perhatian proyek blockchain global.
BACA JUGA:Tokenisasi Aset Indonesia Makin Berkembang, Industri Kripto Siap Naik Kelas
BACA JUGA:Inflasi AS Stabil di 2,4%, Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed
BACA JUGA:Indodax: Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto Beri Kejelasan bagi Investor Muslim
“Mereka (proyek global) melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar dan likuiditas yang kuat. Namun, likuiditas sendiri jauh lebih kompleks karena melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama” ujar James dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).
Menurut James, besarnya minat terhadap pasar Indonesia dapat menjadi titik awal untuk membangun peran yang lebih besar di kawasan. Namun, likuiditas tidak hanya bergantung pada aktivitas perdagangan di bursa aset kripto.
Ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari proyek blockchain, exchange, investor, hingga penyedia infrastruktur. Karena itu, diperlukan kerja sama antarpelaku untuk membangun ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan pasar.
Meski peluangnya besar, Indonesia juga perlu menjaga keseimbangan antara perkembangan inovasi dan kepatuhan terhadap aturan.

/2026/04/28/1835199726.jpg)
/2024/01/02/255420581.jpg)
/2020/10/07/991384626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3653282/original/032068500_1638698485-Mark_Cuban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8821088/original/039186700_1782912172-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985854/original/017397500_1649154112-20220405-Bank-Dunia-Ekonomi-Indonesia-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527808/original/089132000_1691313398-drawkit-illustrations-5xlHjrzQO54-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320607/original/004066500_1786358780-IMG_6396.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458471/original/078083500_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573199/original/080057300_1777884181-ChatGPT_Image_May_4__2026__03_42_23_PM.jpg)