Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) turun ke level US$ 73.142 atau setara Rp 1,30 miliar (asumsi kurs Rp 17.820 per dolar AS), melemah 1,76% dalam sehari di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Penurunan terjadi setelah AS kembali melancarkan serangan udara ke pusat komando drone di Bandar Abbas pada 27 Mei, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pangkalan udara militer AS di kawasan tersebut.
Melansir Coinmarketcap, Jumat (29/5/2026), situasi ini turut memicu kenaikan harga minyak dan menekan aset berisiko, termasuk kripto. Kuwait bahkan sempat mengaktifkan sirene pertahanan udara untuk mengantisipasi serangan rudal dan drone.
BACA JUGA:Taruhan Bitcoin Berujung Bencana, Sequans Likuidasi Aset Kripto dan Ubah Bisnis
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 29 Mei 2026: Bitcoin dan Ethereum Melemah
BACA JUGA:Permintaan Bitcoin Melemah ke Level Terendah Sejak Desember 2025
Analis menilai area tersebut berpotensi menjadi zona akumulasi karena sebelumnya sering menarik minat beli saat harga melemah. Namun, jika Bitcoin turun dan bertahan di bawah US$ 71.391, tekanan bearish dinilai semakin kuat.
Di sisi lain, indikator Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 34,57, mendekati area 30 yang sebelumnya beberapa kali menjadi titik balik harga Bitcoin. Meski belum menjamin pembalikan arah, level RSI saat ini menunjukkan tekanan jual mulai melemah dibanding sebelumnya.
Tekanan terhadap Bitcoin juga dipengaruhi kondisi makro global yang kembali memanas. Dalam tiga hari terakhir, AS melakukan dua serangan udara yang menargetkan fasilitas Iran, sementara Iran merespons dengan serangan langsung ke pangkalan militer AS.
Presiden AS Donald Trump disebut menyatakan ketidakpuasan terhadap rancangan perdamaian yang sedang dibahas dan memperingatkan kesiapan militer AS untuk melanjutkan operasi. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga memperingatkan akan mengambil langkah lebih tegas jika serangan AS terus berlanjut.
Kondisi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar kripto dan aset global.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452963/original/012904600_1766463626-WhatsApp_Image_2025-12-23_at_07.57.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5085176/original/055731400_1736393185-20250108_123321.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4949152/original/060298800_1726838740-Depositphotos_507983726_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4411108/original/015184300_1682914955-kanchanara-fsSGgTBoX9Y-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)