Jakarta – Harga Bitcoin kembali tertekan dan menyentuh level terendah dalam 15 bulan terakhir pada Rabu waktu setempat. Mata uang kripto terbesar di dunia itu turun ke kisaran USD 72.000, seiring aksi jual besar-besaran yang melanda pasar global.
Dikutip dari investing, Kamis (5/2/2026), Bitcoin tercatat sempat melemah hingga 5,4% ke level USD 72.047. Ini merupakan posisi terendah sejak 6 November 2024, atau sehari setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat. Secara keseluruhan, Bitcoin telah kehilangan lebih dari 40% nilainya sejak mencapai puncak harga pada Oktober 2025.
BACA JUGA:Hedge Fund Mark Dow Blak-blakan: Saya Ingin Bitcoin Nol, Grifter Harus Dihukum
BACA JUGA:Bhutan Diam-Diam Lepas Bitcoin Picu Spekulasi Aksi Jual Jumbo
BACA JUGA:Harga Bitcoin Makin Loyo, Tekanan Global Bikin Investor Mundur
Penurunan harga Bitcoin pada awal pekan ini sebagian besar dipicu oleh likuidasi di pasar kripto. Namun, pelemahan yang terjadi pada Rabu dinilai lebih luas karena berkaitan dengan tekanan di pasar keuangan global.
Aksi jual terjadi secara serentak di berbagai kelas aset. Pasar saham global ikut tertekan, dengan indeks Nasdaq 100 tercatat turun lebih dari 2%. Penurunan tersebut terutama menimpa saham-saham sektor teknologi, termasuk perusahaan perangkat lunak, produsen chip, serta sektor lain yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga.
Tekanan global ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko, di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter ke depan.
/2023/10/03/751263426.jpg)
/2025/11/09/2041456427.jpg)
/2017/12/20/1415614353.jpg)
/2025/12/15/681864344.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)

/2024/01/03/663488771.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494850/original/078069300_1770346998-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_08.42.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495794/original/037276100_1770435301-WhatsApp_Image_2026-02-07_at_09.49.12.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494634/original/045981900_1770304318-1000226492.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5001180/original/085697000_1731373006-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5359388/original/066910300_1758644598-WhatsApp_Image_2025-09-23_at_16.16.54_cd0de8ea.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495749/original/036900200_1770427395-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan_Zulkifli_Hasan-7_Februari_2026.jpg)