Jakarta – Rentetan kenaikan mingguan terpanjang S&P 500 sejak 2023 dan harga minyak mentah Brent yang mendekati USD 92 per barel karena harapan gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran, gagal mendorong kenaikan bitcoin dan ether (ETH).
Kedua mata uang kripto terbesar tersebut mengakhiri pekan dengan penurunan hampir 3 persen, seiring tertahannya arus masuk ETF bitcoin spot yang memperkuat penurunan tersebut.
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 30 Mei 2026: Bitcoin Melemah, Ethereum Menghijau
BACA JUGA:Taruhan Bitcoin Berujung Bencana, Sequans Likuidasi Aset Kripto dan Ubah Bisnis
Melansir laporan Coindesk, Minggu, (31/5/2026), S&P 500 mencatatkan kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut pada Jumat, 29 Mei 2026. Menjadikannya rentetan terpanjang sejak 2023, dan hanya terjadi beberapa kali dalam empat dekade terakhir, menempatkan indeks naik hampir 20 persen dari titik terendah Maret.
Sementara harga minyak mentah Brent ditutup sekitar USD 92 per barel, dan obligasi pemerintah AS naik pada pekan ini, mengurangi beberapa kerugian yang disebabkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah.
Asa pada sisi makro ini datang dari harapan AS dan Iran akan menandatangani perpanjangan gencatan senjata 60 hari.Â
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat, ia siap untuk membuat keputusan akhir mengenai kesepakatan awal. Namun dengan tetap menegaskan kembali tuntutannya, setiap kesepakatan mengharuskan Iran untuk meninggalkan program nuklirnya, menyerahkan uranium yang diperkaya, dan membuka Selat Hormuz.
Tren Penurunan Aset Kripto
Di sisi lain, aset kripto tidak bergerak seiring pergerakan pasar. Bitcoin turun 2,6 persen selama tujuh hari terakhir menjadi USD 73.445, Ether 2,5 persen menjadi USD 2.011, Solana (SOL) 2,2 persen menjadi USD 82,42. Sementara TRON TRX turun 5,6 persen, menjadikannya penurunan mingguan terburuk di antara 10 aset kripto teratas.
DOGE berakhir relatif stabil. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan arus masuk ETF Bitcoin spot yang lebih lemah, yang telah diisyaratkan pekan ini sebagai faktor yang menambah tekanan penurunan, meskipun kondisi makro membaik.
Aset kripto yang lebih kecil jadi pengecualian. Token HYPE Hyperliquid melonjak 19,4 persen dalam sepekan menjadi USD 65 karena sentimen terhadap aset tersebut terus meningkat.Â




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7257325/original/055211900_1780043659-1000036408.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573308/original/039600900_1777888752-1000034393.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6495202/original/083620500_1779352339-wapres-jk-perjuangkan-kelapa-sawit-indonesia-di-forum-apec-manila.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2950121/original/017585800_1572060487-online-shopping.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6511439/original/050880700_1779370912-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_41_38_PM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4424747/original/096223300_1683862013-close-up-hands-holding-tablet.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4473781/original/039018600_1687249156-SEC_.jpg)