Jakarta – Analis menilai meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian fiskal Amerika Serikat (AS) mendorong dana masuk ke emas ketimbang pasar kripto. Hal ini juga ditunjukkan dari pergerakan bitcoin (BTC) yang sideways sedangkan emas mencapai level psikologis USD 5.000 per troy ounce.
Berdasarkan data Coinmarketcap.com, Selasa (27/1/2026) pukul 16:56 WIB, harga bitcoin naik 0,30% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin merosot 3,43%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 87.767 atau Rp 1,47 miliar (asumsi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat 16.780).
BACA JUGA:Bitcoin Masih Tertahan, Pasar Menanti Arah Jelas
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini Bergerak Variatif, Bitcoin Masih Bertahan di Level Tinggi
BACA JUGA:Bitcoin di Titik Kritis, Kebijakan Jepang Jadi Penentu Pergerakan Harga
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 24 Januari 2026: Bitcoin dan Ethereum Mulai Menghijau
Sementara itu, Ethereum (ETH) mendaki 0,73% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga Ethereum terpangkas 6,05%. Kini, harga ETH berada di posisi USD 2.903 atau Rp 48,70 juta. Kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir naik 0,2% menjadi USD 2,98 triliun atau Rp 49.992 triliun.
Di sisi lain, harga emas telah melampaui level psikologi USD 5.000 per troy ounce. Lonjakan ini didorong oleh aksi borong bank sentral, ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Selama setahun terakhir, harga emas telah naik 83%.
Financial Expert Ajaib Panji Yudna menuturkan, berbanding terbalik, bitcoin bergerak menyamping (sideways) di kisaran USD 87.000-USD 88.000. “Bitcoin kini tertinggal jauh dengan penurunan sekitar 17% secara year over year dan terkoreksi 30% dari puncaknya pada Oktober USD 126.000,” kata Panji dalam keterangan resmi, Selasa pekan ini.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)

/2025/12/09/954404319.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)