Jakarta – Perusahaan pembeli bitcoin (BTC) Metaplanet menyebutkan bisnis-nya berada di bawah tekanan. Hal ini seiring harga bitcoin anjlok dari rekor tertinggi pada Oktober 2025. Tekanan harga bitcoin itu menyebabkan perseroan mengalami rugi.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (17/2/2026), perusahaan Jepang itu mengungkapkan kerugian 95 miliar yen atau USD 605 juta. Jumlah itu setara Rp 10,18 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.840). Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat 8,9 miliar yen atau USD 58 juta. Pendapatan itu setara Rp 976,77 miliar.
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 17 Februari 2026: Bitcoin Masih Lesu, Ethereum Melesat
BACA JUGA:Saat Pasar Panik, Perusahaan ini justru Serok BTC
BACA JUGA:Skandal Ponzi Bitcoin: CEO PGI Ramil Palafox Masuk Penjara 20 Tahun
BACA JUGA:Harga Bitcoin Pulih, Sentimen Ini Bakal Bayangi Pasar Kripto
Kinerja itu sebagian didorong penurunan kepemilikan bitcoin 35.100 yang bernilai USD 2,4 miliar atau Rp 40,41 triliun pada Senin. Sejak mulai mengakumulasi bitcoin 21 bulan lalu, perseroan habiskan hampir USD 3,8 miliar atau Rp 63,99 triliun dengan harga USD 107.000 per bitcoin.
Hal ini berarti perseroan alami penurunan sekitar 37% di atas kertas. Kerugian yang belum terealisasi mencapai USD 1,4 miliar atau Rp 23,57 triliun. Periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember, Metaplanet mengatakan nilai asetnya turun 102 miliar atau USD 664 juta. Jumlah itu sekitar Rp 11,18 triliun.
Saham perseroan naik tipis menjadi 326 yen pada Senin, berdasarkan data Yahoo Finance. Selama enam bulan terakhir, saham perseroan telah merosot lebih dari 62%. Hal ini mencerminkan penurunan saham Strategy yang anjlok 65% pada periode waktu yang sama.
Perusahaan memperoleh pendapatan terutama dari premi atas penjualan opsi. Secara tahunan, angka tersebut melonjak menjadi 7,9 miliar yen, atau USD 51 juta, dari 691 juta yen, atau USD 4,5 juta. Perusahaan memperkirakan peningkatan laba operasi tahunan sebesar 81% yang berasal dari bisnis tersebut.
/2025/12/19/1467958746.jpg)
/2021/11/26/1195231662.jpg)
/2020/10/25/1497612513.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1925826/original/025879300_1544423131-rusia.jpg)

/2025/12/20/1713558546.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454886/original/065436400_1766579940-Menteri_Perhubungan__Menhub__Dudy_Purwagandhi-24_Desember_2025-c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5167102/original/009661500_1742306811-cdacf437-a867-44a0-8f7f-1cd7ef219f5b.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489835/original/093910600_1769935832-7.jpg)