Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) terpantau mengalami koreksi tajam hingga terjun di bawah USD 73.000 per koin pada Rabu malam, 4 Februari 2026. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menyelamatkan pasar kripto.
Dalam sesi debat panas di Komite Layanan Keuangan DPR AS, Bessent secara blak-blakan menjawab pertanyaan terkait wewenang Departemen Keuangan dalam membeli Bitcoin atau aset digital lainnya.
BACA JUGA:Percakapan Kripto Meningkat di Indonesia pada 2025, Nilai Transaksi Malah Merosot
BACA JUGA:Hedge Fund Mark Dow Blak-blakan: Saya Ingin Bitcoin Nol, Grifter Harus Dihukum
Saya tidak memiliki wewenang untuk melakukan itu. Sebagai Ketua Financial Stability Oversight Council (FSOC), saya pun tidak memegang mandat tersebut, tegas Bessent.
Sinyal Bahaya dari Michael Burry
Tak hanya faktor kebijakan pemerintah, sentimen pasar kian tertekan oleh peringatan keras dari investor terkenal, Michael Burry. Sosok yang dikenal lewat prediksi krisis finansial 2008 ini menyebut penurunan Bitcoin saat ini bisa memicu kehancuran nilai yang masif.
Bitcoin telah terungkap sebagai aset spekulatif murni. Ia tidak memiliki peran sebagai lindung nilai seperti emas atau logam mulia lainnya, tulis Burry melalui platform Substacknya.
Efek Domino Kebijakan Federal Reserve
Kinerja buruk Bitcoin ini memperburuk akumulasi kerugian sejak awal tahun, di mana Bitcoin tercatat sudah anjlok hingga 17%. Tekanan jual juga dipicu oleh keputusan politik di Gedung Putih.
Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan pilihannya terhadap Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang. Pasar menilai penunjukan Warsh sebagai langkah agresif.
/2023/10/03/751263426.jpg)
/2025/11/09/2041456427.jpg)
/2017/12/20/1415614353.jpg)
/2025/12/15/681864344.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490367/original/007471800_1770009153-IMG-20260202-WA0003.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494850/original/078069300_1770346998-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_08.42.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495794/original/037276100_1770435301-WhatsApp_Image_2026-02-07_at_09.49.12.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494634/original/045981900_1770304318-1000226492.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5001180/original/085697000_1731373006-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5359388/original/066910300_1758644598-WhatsApp_Image_2025-09-23_at_16.16.54_cd0de8ea.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495749/original/036900200_1770427395-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan_Zulkifli_Hasan-7_Februari_2026.jpg)