Jakarta – Raksasa wall street yakni Goldman Sachs menyebutkan, peningkatan regulasi dan munculnya kasus penggunaan kripto di luar perdagangan mendukung prospek untuk industri ini. Hal ini terutama untuk infrastruktur perusahaan yang mendukung ekosistem tanpa terlalu terpapar siklus pasar.
Ketidakpastian regulasi tetap menjadi hambatan utama bagi lembaga-lembaga, dan latar belakang tersebut berubah dengan cepat. Demikian disebutkan dalam laporan Goldman Sachs pada awal pekan ini.
BACA JUGA:Memecoin Bangkit Lagi, PEPE dan BONK Pimpin Reli Kripto Berisiko Tinggi
BACA JUGA:Grayscale Mulai Bagikan Imbal Hasil Staking ETF Ethereum
BACA JUGA:Isu Peretasan Stablecoin Venezuela Tanpa Bukti, Investor Diminta Waspada
Kami melihat peningkatan latar belakang regulasi sebagai pendorong utama untuk adopsi kripto institusional yang berkelanjutan, terutama untuk perusahaan keuangan di sisi pembeli dan penjual, serta kasus penggunaan baru untuk kripto yang berkembang di luar perdagangan, tulis para analis yang dipimpin oleh James Yaro, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (6/1/2026).
Menurut Yaro, undang-undang struktur pasar AS yang akan datang dapat menjadi katalis penting. Setelah Presiden Donald Trump menjabat, perombakan kepemimpinan di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) yang berpuncak pada pengukuhan Paul Atkins sebagai ketua, mendorong regulator untuk mundur dari penegakan hukum yang agresif selama bertahun-tahun terhadap industri kripto. SEC membatalkan hampir semua kasus yang tertunda dan menarik diri dari beberapa perselisihan pengadilan yang aktif.
Trump menjadikan promosi industri kripto AS sebagai tujuan kebijakan utama, sebuah sikap yang digaungkan Atkins dengan menjadikannya prioritas utama di SEC, regulator independen yang secara tradisional terisolasi dari kendali langsung Gedung Putih.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762652/original/074745500_1709631297-fotor-ai-20240305163351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4828239/original/041698300_1715360376-Wisatawan_di_Bagian_Utara_Museum_Sejarah_Jakarta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466256/original/080811800_1767840920-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_09.38.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3501844/original/089105700_1625531725-AP21187006471870.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)