Jakarta – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI memperingatkan adanya penipuan terbaru di jaringan blockchain Tron yang menggunakan token palsu dengan mengatasnamakan lembaga tersebut.
Dikutip dari Crypto Potato, Senin (23/3/2026), dalam unggahan di platform X, kantor lapangan FBI di New York menyebutkan adanya kampanye phishing yang menipu pengguna agar memberikan informasi pribadi serta akses ke dompet digital mereka.
BACA JUGA:Penambang Bitcoin Tinggalkan Kripto, Lebih Untung Garap AI
BACA JUGA:FTX Bakal Distribusikan Dana Rp 32,37 Triliun kepada Kreditur pada Akhir Maret 2026
BACA JUGA:Miliarder Mark Cuban: Kripto Bisa Gulingkan Perbankan Tradisional
Penipuan ini dilakukan dengan menyamar sebagai pemberitahuan resmi dari FBI terkait investigasi tertentu.
Menurut FBI, pelaku mengirimkan token berbahaya berstandar TRC20 dengan subjek “FBI message”. Pesan tersebut meminta pengguna melakukan “verifikasi AML” atau berisiko kehilangan akses terhadap aset mereka.
Korban kemudian diarahkan ke situs palsu yang tampak seperti halaman resmi, di mana mereka diminta memasukkan data pribadi.
FBI mengimbau agar pengguna yang menerima token tersebut tidak mengakses tautan maupun memberikan informasi apa pun.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2025/06/25/1464900289.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537913/original/074911900_1774493188-tercabaikan_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537992/original/031274300_1774497679-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_08.46.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537790/original/021655300_1774442876-1000271979.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337092/original/034280800_1609328701-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3276076/original/040207400_1603438032-top-view-frame-with-gavel-sounding-block.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397951/original/070618500_1761822669-1.jpg)