Jakarta – Sebuah dompet kripto yang tidak diketahui pemiliknya dan ditandai memiliki keterkaitan dengan eksploitasi sebelumnya dilaporkan membeli Ethereum (ETH) senilai US$ 38,53 juta atau kurang lebih Rp 684 miliar (estimasi kurs Qp 17.773 per dolar AS) saat harga aset kripto tersebut mengalami penguatan.
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (21/8/2026), aktivitas akumulasi tersebut menjadi perhatian karena pembelian terjadi ketika Ethereum tengah mengalami reli. Informasi transaksi tersebut pertama kali ramai dibahas berdasarkan pemantauan aktivitas dompet di jaringan blockchain.
BACA JUGA:Shinhan Asset Management Uji Tokenisasi Won di Solana
BACA JUGA:Bitcoin Mendadak Tembus US$ 75.000, Apa Pemicunya?
BACA JUGA:Harga Kripto 21 Agustus 2026: Bitcoin Melonjak, XRP Memimpin
Mengutip laporan pelacak transaksi on-chain Lookonchain di X, sebuah alamat tidak dikenal membeli Ethereum senilai sekitar US$ 38,53 juta ketika pasar sedang bergerak naik.
Namun, informasi tersebut belum sepenuhnya terverifikasi. Tidak ada konfirmasi resmi dari pemilik dompet mengenai transaksi tersebut. Istilah hacker yang digunakan dalam pemberitaan berasal dari pelabelan pihak ketiga terhadap alamat tersebut, bukan identitas pelaku yang telah terbukti.
Karena itu, aktivitas dompet tersebut perlu dilihat secara hati-hati. Data blockchain dapat menunjukkan pergerakan aset, tetapi tidak secara otomatis dapat mengungkap identitas maupun tujuan pemilik alamat.
Pembelian dalam jumlah besar tersebut menjadi sorotan terutama karena dilakukan ketika harga Ethereum sedang menguat.
Pelacak dompet menyoroti akumulasi tersebut sebagai salah satu aktivitas besar di tengah reli pasar. Meski demikian, tidak tersedia data harga Ethereum yang lengkap dan terverifikasi pada saat transaksi dalam riset yang menjadi dasar laporan ini.

/2026/04/08/866248158.jpg)
/2017/05/18/1944041151.jpg)
/2026/04/24/1308631214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329286/original/019071900_1787235033-ea144ac0-5c66-423d-aa9c-ec78181bd05b__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273155/original/043705400_1672055490-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345823/original/061462700_1757574354-1000016136.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4549074/original/063787700_1692786635-top-view-coins-paper-money-laptop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299013/original/071062100_1753778260-Gemini_Generated_Image_lfn9flfn9flfn9fl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)