Jakarta – Manajer aset kripto Bitwise Asset Management, Inc. mengonfirmasi akan meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Chainlink dengan kode ticker CLNK pada 1 Februari 2026. Peluncuran ini dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) serta dinyatakan efektif untuk didaftarkan.
Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (10/1/2026), ETF Chainlink ini dijadwalkan mulai diperdagangkan di NYSE Arca dan menjadi langkah penting dalam mendorong adopsi institusional terhadap altcoin, di luar Bitcoin dan Ethereum.
BACA JUGA:Investor Kripto Wajib Tahu: Bitcoin Masih Bullish Jangka Panjang
Kehadiran ETF ini dinilai berpotensi memperkuat posisi Chainlink di pasar sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset kripto non-BTC dan non-ETH.
Dalam pengelolaannya, Bitwise bekerja sama dengan Coinbase Custody Trust untuk layanan penyimpanan aset kripto, sementara BNY Mellon akan menangani operasional kas. ETF ini dirancang untuk melacak pergerakan nilai tukar Chainlink terhadap dolar AS, sehingga memberikan eksposur harga LINK secara terukur dan teregulasi.
CEO sekaligus Co-Founder Bitwise, Hunter Horsley, menilai peluncuran ini sebagai terobosan penting bagi investor institusi.
“ETF Chainlink Bitwise bertujuan menyediakan sarana teregulasi bagi investor institusional untuk mengakses solusi oracle inovatif milik Chainlink,” ujarnya.
Pengumuman ini diperkirakan dapat memicu peningkatan minat investor dan berdampak pada pergerakan harga LINK, seiring tumbuhnya kepercayaan terhadap produk ETF kripto.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426974/original/045149600_1764322636-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3047334/original/082105900_1581414535-20200211-Omnibus-Law-Diyakini-Bisa-Perkuat-Ekonomi-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3215828/original/052789100_1598082876-22_Agustus_2020-3_ok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837497/original/097905500_1716195905-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445028/original/061649700_1765798358-IMG-20251215-WA0014.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468560/original/031395000_1767956777-Direktur_Utama_Perum_Bulog__Ahmad_Rizal_Ramdhani-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433267/original/059203400_1764840760-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5354392/original/068395000_1758248186-063_1134817584.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468655/original/028465300_1767966113-Diskusi_Danantara-4.jpg)