Jakarta – Harga Bitcoin masih bergerak terbatas di bawah level USD 91.000 sejak awal pekan kemarin. Kondisi ini terjadi meskipun pasar saham global justru menguat, seiring rilis data pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang tergolong solid. Situasi ini membuat pelaku pasar kripto bersikap lebih berhati-hati.
Mengutip Cointelegraph.com, minimnya pergerakan harga menunjukkan bahwa Bitcoin belum mendapatkan dorongan kuat untuk naik. Para trader menilai pasar masih mencari keseimbangan baru setelah koreksi tajam yang terjadi sebelumnya. Akibatnya, minat untuk mengambil posisi agresif pun cenderung menurun.
BACA JUGA:Bitcoin di Ambang Bahaya! Ancaman Government Shutdown AS 30 Januari Jadi Ujian Hidup-Mati Kripto
BACA JUGA:Harga Bitcoin Betah Rp 1,4 Miliar saat Emas Sentuh Level USD 5.000, Ini Penyebabnya
BACA JUGA:BlackRock Kembali Ajukan ETF Bitcoin Baru
Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah tingkat pendanaan (funding rate) kontrak berjangka perpetual Bitcoin. Pada Kamis (22/1/2026) pekan lalu, tingkat pendanaan tercatat sekitar 7% secara tahunan. Angka ini berada sedikit di bawah kisaran normal yang biasanya mencerminkan pasar netral hingga optimistis.
Meski terjadi pemulihan dibandingkan awal pekan ketika funding rate hampir nol, permintaan terhadap posisi long dengan leverage tinggi masih tergolong lemah. Hal ini mengindikasikan trader belum sepenuhnya yakin untuk mendorong harga Bitcoin naik dalam waktu dekat.
Dengan kondisi tersebut, perhatian pasar kini tertuju pada level support USD 88.000. Banyak pihak mempertanyakan apakah level ini mampu bertahan jika tekanan jual kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.
/2025/12/08/27044690.jpg)
/2025/12/30/1523668393.jpg)
/2021/08/03/765630265.jpg)
/2019/05/28/2127286568.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)

/2017/12/19/2145020248.jpg)
/2025/04/15/1380802889.jpg)
/2021/11/23/867443105.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5167102/original/009661500_1742306811-cdacf437-a867-44a0-8f7f-1cd7ef219f5b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453730/original/031694300_1766490130-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP___Maruarar_Sirait-23_Desember_2025a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4755137/original/049748900_1709027544-Logo_Netflix__Pixabay_.jpg)