Jakarta – Analis grafik senior sekaligus investor veteran, Peter Brandt, mengeluarkan peringatan terkait prospek Bitcoin. Menurut dia, koreksi harga aset kripto terbesar di dunia tersebut kemungkinan belum berakhir dan masih berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut.
BACA JUGA:Tokenisasi Saham Bikin Industri Kripto dan Pasar Modal Makin Dekat
BACA JUGA:Harga Worldcoin Melonjak 70%, Aktivitas Investor Raksasa Capai Rekor Tertinggi
BACA JUGA:Mantan Agen FBI Sebut Peretas Kripto Korea Utara Makin Cerdik
Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (4/5/2026), Brandt bahkan memperkirakan pasar belum akan menemukan titik terendah yang kuat hingga Oktober mendatang.
Dalam analisis terbarunya, Brandt menyoroti perkembangan penting pada grafik harga Bitcoin. Saluran kenaikan (rising channel) yang sebelumnya menopang pergerakan harga sejak akhir Februari hingga Mei kini telah ditembus ke bawah.
Harga Bitcoin juga telah bergerak di bawah garis support utama dari pola tersebut. Dalam analisis teknikal, kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa tren kenaikan sebelumnya mulai berbalik arah.
Tekanan semakin besar setelah Bitcoin untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023 turun hingga menyentuh level rata-rata pergerakan 200 minggu atau 200-week moving average.
Level ini merupakan salah satu indikator teknikal jangka panjang yang paling banyak diperhatikan investor untuk mengukur arah tren pasar secara keseluruhan.
Secara sederhana, rata-rata pergerakan 200 minggu menunjukkan harga penutupan rata-rata suatu aset selama 200 minggu terakhir. Indikator ini kerap digunakan untuk mengidentifikasi area dukungan (support) penting maupun kemungkinan perubahan tren jangka panjang.
Peter Brandt memperingatkan bahwa penurunan Bitcoin dapat berlanjut, dengan titik terendah pasar yang sebenarnya kemungkinan baru terbentuk pada Oktober. Bagi investor yang berharap terjadi pemulihan cepat, skenario ini tentu menjadi pukulan berat.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5734668/original/089093400_1778629872-tahun-ini-dahlan-iskan-lebur-dua-bumn-konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977742/original/073362000_1648519878-AP22081294676460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149798/original/009852000_1591853345-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579575/original/071534900_1778057266-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)