Jakarta – Bitcoin sempat mengalami tekanan dan turun di bawah level USD 90.000 setelah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. Pergerakan harga kripto terbesar dunia itu mencerminkan volatilitas tinggi di tengah kekhawatiran konflik yang lebih luas dan ketidakpastian pasar global.
Dikutip dari coinmarketcap, Minggu (4/1/2026), data TradingView menunjukkan Bitcoin sempat mencapai level tertinggi di kisaran USD 90.940 di bursa Bitstamp sebelum berbalik arah. Tekanan jual meningkat setelah militer AS melancarkan serangan udara di Caracas.
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 4 Januari 2026: Bitcoin Cs Kompak Menghijau
BACA JUGA:Prediksi Eric Trump hingga Michael Saylor Terkait Bitcoin Meleset
BACA JUGA:Prediksi Suram Bitcoin 2026: Investor Institusi Bisa Picu Kejatuhan Harga
Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa presiden Venezuela telah ditangkap dan dilengserkan dari kekuasaan. Situasi ini menambah gejolak pasar, terutama karena terjadi saat likuiditas rendah dan pasar keuangan tradisional tutup akhir pekan.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar kripto menilai koreksi tersebut hanya bersifat sementara. Firma analitik @Wealthmanager menilai tekanan jual jangka pendek memang meningkat, namun prospek Bitcoin masih positif dengan target USD 96.000 hingga USD 100.000 dalam beberapa pekan ke depan.
Mereka juga menyoroti kontrak berjangka Bitcoin di CME Group yang ditutup di atas USD 90.000 pekan lalu, yang berpotensi menjadi sinyal teknikal positif.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/18/344661075.jpg)
/2025/10/17/1921234742.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324617/original/050657400_1608026449-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369937/original/040260300_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5463456/original/098712400_1767614311-c90abe79-9533-4fbe-947d-0d6bd68770de.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375573/original/010378000_1538739775-20181005-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462039/original/059715200_1767501896-eb7a855e-41aa-4aed-9f9b-682a9ff4172a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462055/original/013342000_1767503596-a36561d3-2908-4e7e-a81e-aa359c3659a1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382997/original/028499800_1760612389-1.jpg)