Jakarta – Guncangan geopolitik sering memicu perubahan cepat dalam arus aset digital. Arus keluar kripto dari sejumlah bursa besar di Iran melonjak tajam usai perang melawan AS dan Israel berlangsung.
Menurut laporan perusahaan analitik blockchain Chainalysis pada 3 Maret. Pergerakan ini mencerminkan pola yang sebelumnya terlihat saat krisis terjadi.
BACA JUGA:Tokenisasi Properti via Blockchain Bakal Tembus Rp 67.450 Triliun di 2035
BACA JUGA:Jurus OSL Genjot Transaksi Kripto Selama Ramadan
“Data on-chain menunjukkan peningkatan tajam aktivitas dari bursa-bursa utama di Iran dalam beberapa jam setelah serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026, dengan sekitar USD 10,3 juta arus keluar aset kripto antara 28 Februari hingga 2 Maret, kata Tim Chainalysis dikutip dari laman News.bitcoin.com, Kamis(5/3/2026).
Analisis tersebut menunjukkan bahwa penarikan per jam meningkat hanya beberapa jam setelah serangan. Dalam beberapa periode, nilainya mendekati atau bahkan melampaui USD 2 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan aktivitas yang relatif kecil dan tidak merata sebelum eskalasi terjadi.
Laporan itu juga mencatat bahwa “sebagian besar dana dikirim ke dompet yang kemungkinan merupakan dompet pribadi warga Iran, infrastruktur baru untuk bursa Iran atau penarikan oleh warga negara.
Chainalysis juga menyoroti preseden historis dalam ekosistem kripto Iran yang bernilai sekitar USD 7,8 miliar pada 2025. Saat itu, volume perdagangan dan transfer blockchain meningkat selama periode ketidakstabilan domestik, tekanan sanksi, serta ketidakstabilan mata uang.
Mengingat gelombang protes sebelumnya dan pemadaman internet pada 8 Januari, tim tersebut menjelaskan banyak pengguna tampaknya mengantisipasi ketidakstabilan lebih lanjut dan beralih ke bitcoin selagi masih bisa, dengan arus dana kembali berlangsung segera setelah mereka dapat mengakses bursa lagi.
Pola tersebut, di mana penarikan meningkat sebelum konektivitas diputus dan kembali meningkat setelah akses internet pulih, menunjukkan bahwa pengguna bertindak secara antisipatif ketika risiko meningkat.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5167102/original/009661500_1742306811-cdacf437-a867-44a0-8f7f-1cd7ef219f5b.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)