Jakarta – Bursa kripto terbesar di Iran mencatat lonjakan signifikan dalam penarikan aset kripto hanya beberapa menit setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Namun, pemadaman internet secara luas membatasi arus keluar lebih lanjut.
Dikutip dari Cointelegraph.com, Selasa (3/3/2026), dalam unggahan pada Senin (2/3/2026) perusahaan analitik blockchain Elliptic menyebut arus keluar kripto dari bursa Nobitex melonjak lebih dari 700% menjadi di atas USD 500.000 dalam hitungan menit setelah serangan udara pertama.
BACA JUGA:Investor Kripto Tembus 20,70 Juta pada Januari 2026
BACA JUGA:Transaksi Kripto Turun 10,53%, OJK Sebut Sejalan Koreksi Harga Aset
BACA JUGA:Harga Ethereum dan Saham BitMine Menguat, Tom Lee Tambah 50 Ribu ETH
Grafik yang ditampilkan menunjukkan bahwa arus keluar bahkan mencapai hampir USD 3 juta dalam satu jam pada hari yang sama.
Elliptic menyatakan lonjakan tajam tersebut “berpotensi merepresentasikan pelarian modal dari Iran,” dengan pelacakan awal menunjukkan banyak dana dikirim ke bursa kripto asing.
“Hal ini memungkinkan dana dipindahkan ke luar Iran sambil menghindari sebagian pengawasan sistem perbankan global,” kata Elliptic.
Namun, arus keluar kripto dari Nobitex turun drastis setelah Sabtu (28/2/2026). Platform forensik kripto lainnya, TRM Labs, mengaitkan penurunan tersebut dengan kebijakan pemadaman internet ketat yang diberlakukan pemerintah Iran.
Menurut TRM, konektivitas internet Iran dilaporkan turun sekitar 99% tak lama setelah konflik pecah. TRM juga menolak kesimpulan Elliptic mengenai adanya pelarian modal dari Iran.
“Tampaknya ekosistem kripto negara tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda percepatan atau pelarian modal, melainkan mengalami penurunan baik dalam jumlah transaksi maupun volume karena rezim memberlakukan pemadaman internet yang ketat,” ujar TRM.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)