Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi di bawah USD 90.000 di tengah tekanan jangka pendek dari arus keluar dana ETF dan aksi ambil untung pelaku pasar, meskipun data ekonomi Amerika Serikat (AS) mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja yang berpotensi membuka ruang penurunan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).
Bitcoin terus tertekan usai rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Amerika Serikat periode November, yang mencatat 7,1 juta lowongan pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi pasar di level 7,6 juta. Data tersebut menjadi level terendah dalam lebih dari satu tahun dan memperkuat sinyal perlambatan ekonomi AS.
BACA JUGA:Harga Bitcoin Turun 2%, Indeks Fear and Greed Kembali ke Zona Fear
BACA JUGA:Bitwise Europe Masih Optimistis terhadap Harga Bitcoin pada 2026
BACA JUGA:Analis Sebut Harga Bitcoin Sudah Sentuh Level Terendah
Namun, alih-alih menguat, Bitcoin justru melanjutkan pelemahan setelah sebelumnya menyentuh area USD 89.000 pada awal tahun. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global terkoreksi sekitar 3,2% ke USD 3,08 triliun, dengan tekanan juga terlihat pada Ethereum dan sejumlah altcoin utama.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menuturkan, pergerakan ini lebih mencerminkan konsolidasi sehat setelah reli kuat.
Data tenaga kerja AS yang melemah secara fundamental sebenarnya mendukung aset berisiko seperti Bitcoin karena meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga. Namun dalam jangka pendek, pasar masih dibayangi aksi profit taking, tekanan ETF, dan penyesuaian leverage,” tutur dia, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).
Tekanan pasar diperparah oleh arus keluar dana Spot Bitcoin ETF yang mencapai sekitar USD 243 juta dalam satu hari, dipimpin oleh Fidelity dan beberapa manajer aset besar lainnya. Aktivitas penjualan dari penambang (miner) serta likuidasi posisi derivatif juga turut mempercepat koreksi, dengan lebih dari USD 64 juta posisi Bitcoin terlikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Menurut Fyqieh, selama Bitcoin mampu bertahan di atas area psikologis USD 90.000, tren jangka menengah masih relatif terjaga.
“Penolakan di resistance USD 94.000 memicu koreksi teknikal. Namun selama support utama tidak ditembus, pergerakan ini lebih mengarah ke konsolidasi, bukan pembalikan tren,” ujar dia.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4828239/original/041698300_1715360376-Wisatawan_di_Bagian_Utara_Museum_Sejarah_Jakarta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466256/original/080811800_1767840920-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_09.38.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3501844/original/089105700_1625531725-AP21187006471870.jpg)